Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Pasukan Israel Duduki Rumah Warga Palestina, Aniaya Anak, hingga Jarah Uang dan Kendaraan

Haufan Hasyim Salengke
06/3/2026 08:39
Pasukan Israel Duduki Rumah Warga Palestina, Aniaya Anak, hingga Jarah Uang dan Kendaraan
Buldoser Israel menghancurkan sebuah gedung apartemen milik keluarga Salhab di dekat permukiman ilegal Hagai, di selatan kota Hebron di Tepi Barat yang diduduki, pada 18 Februari 2026.(AFP)

PASUKAN Israel dilaporkan melakukan serangkaian penggerebekan massal di sedikitnya 12 desa dan kota di wilayah barat laut Ramallah, Tepi Barat, Palestina, Kamis (5/3) malam waktu setempat. Operasi militer ini berujung pada penangkapan warga sipil, penganiayaan, hingga penyitaan aset milik penduduk Palestina.

Menurut sumber keamanan setempat, seperti dilansir kantor berita Palestina WAFA, dalam operasi di desa Beit Ur at-Tahta, pasukan Israel menahan seorang pemuda berusia 21 tahun. Di lokasi yang sama, sekelompok pemukim Israel (kolonis) dilaporkan melakukan penyerangan fisik terhadap seorang pemuda lainnya hingga mengalami luka memar di sekujur tubuh.

Situasi mencekam juga terjadi di Kafr Ni'ma. Pasukan dalam jumlah besar menggeledah puluhan rumah warga secara paksa. Tidak hanya melakukan perusakan, militer Israel bahkan menyita tiga rumah penduduk untuk dijadikan pos pemantauan militer. Sebagai upaya isolasi, akses masuk ke kota tersebut ditutup total menggunakan gundukan tanah.

Kekerasan terhadap Anak dan Penjarahan

Di wilayah al-Mughayyir, pasukan pendudukan dilaporkan menganiaya seorang anak di bawah umur. Aparat juga melepaskan rentetan gas air mata dan granat kejut ke arah pemukiman warga guna membubarkan massa.

Sementara itu, di desa Beit Sira dan Kharbatha Bani Harith, laporan masuk mengenai tindakan penjarahan. Selain merusak perabotan rumah, tentara Israel dituding menyita sejumlah uang tunai milik penghuni rumah saat proses penggeledahan berlangsung.

Operasi militer ini juga menyasar sektor transportasi di Desa Kharbatha al-Misbah. Di sana, pasukan menyita sedikitnya 50 kendaraan milik warga dengan dalih kendaraan tersebut tidak terdaftar secara resmi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak militer Israel terkait operasi besar-besaran di wilayah Ramallah tersebut. Namun, serangkaian aksi ini menambah daftar panjang kekerasan yang dilancarkan Israel di Tepi Barat yang terus memanas dalam beberapa waktu terakhir. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya