Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PASUKAN Israel dilaporkan melakukan serangkaian penggerebekan massal di sedikitnya 12 desa dan kota di wilayah barat laut Ramallah, Tepi Barat, Palestina, Kamis (5/3) malam waktu setempat. Operasi militer ini berujung pada penangkapan warga sipil, penganiayaan, hingga penyitaan aset milik penduduk Palestina.
Menurut sumber keamanan setempat, seperti dilansir kantor berita Palestina WAFA, dalam operasi di desa Beit Ur at-Tahta, pasukan Israel menahan seorang pemuda berusia 21 tahun. Di lokasi yang sama, sekelompok pemukim Israel (kolonis) dilaporkan melakukan penyerangan fisik terhadap seorang pemuda lainnya hingga mengalami luka memar di sekujur tubuh.
Situasi mencekam juga terjadi di Kafr Ni'ma. Pasukan dalam jumlah besar menggeledah puluhan rumah warga secara paksa. Tidak hanya melakukan perusakan, militer Israel bahkan menyita tiga rumah penduduk untuk dijadikan pos pemantauan militer. Sebagai upaya isolasi, akses masuk ke kota tersebut ditutup total menggunakan gundukan tanah.
Di wilayah al-Mughayyir, pasukan pendudukan dilaporkan menganiaya seorang anak di bawah umur. Aparat juga melepaskan rentetan gas air mata dan granat kejut ke arah pemukiman warga guna membubarkan massa.
Sementara itu, di desa Beit Sira dan Kharbatha Bani Harith, laporan masuk mengenai tindakan penjarahan. Selain merusak perabotan rumah, tentara Israel dituding menyita sejumlah uang tunai milik penghuni rumah saat proses penggeledahan berlangsung.
Operasi militer ini juga menyasar sektor transportasi di Desa Kharbatha al-Misbah. Di sana, pasukan menyita sedikitnya 50 kendaraan milik warga dengan dalih kendaraan tersebut tidak terdaftar secara resmi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak militer Israel terkait operasi besar-besaran di wilayah Ramallah tersebut. Namun, serangkaian aksi ini menambah daftar panjang kekerasan yang dilancarkan Israel di Tepi Barat yang terus memanas dalam beberapa waktu terakhir. (B-3)
Amnesty International Indonesia menilai kematian pelajar 14 tahun di Tual, Maluku, memperpanjang dugaan pembunuhan di luar hukum oleh aparat dan mendesak reformasi struktural Polri.
Komisi Pencari Fakta (KPF) Masyarakat Sipil menyerahkan laporan lengkap hasil investigasi kerusuhan Agustus 2025 ke enam lembaga negara
Komisi XIII DPR RI menyatakan komitmen penuh untuk mengawal kasus dugaan pelanggaran pidana dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang menimpa seorang warga lanjut usia, Nenek Saudah.
Video terverifikasi mengungkap skala mengerikan tindakan keras pemerintah Iran terhadap demonstran. Jenazah menumpuk di rumah sakit meski internet diputus total.
Pakar PBB mengecam pelanggaran HAM berat di Iran, termasuk penggunaan kekuatan mematikan dan ancaman hukuman mati bagi demonstran. Simak laporan lengkapnya.
Otoritas Israel batalkan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa dengan dalih konflik Iran. Imam Besar Al-Aqsa mengecam penutupan yang dianggap tidak berdasar tersebut.
Bantuan ini merupakan aksi kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga filantropi Islam dalam merespons krisis kemanusiaan di Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan paket makanan siap saji bagi warga terdampak konflik di Palestina.
Baznas kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak konflik. Kali ini, bantuan yang disalurkan berupa pakaian dengan total 2.400 paket.
Israel menutup Masjid Al-Aqsa untuk hari ketiga di tengah Ramadan 2026 pasca-perang dengan Iran. Warga Palestina peringatkan perubahan status quo permanen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved