Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Ramadan Kelam di Tepi Barat: 100 Warga Palestina Ditangkap Pasukan Israel

Haufan Hasyim Salengke
23/2/2026 17:34
Ramadan Kelam di Tepi Barat: 100 Warga Palestina Ditangkap Pasukan Israel
Tentara Israel melakukan penggerebekan ke Kota Yamun dengan kendaraan lapis baja yang melakukan operasi di sebuah rumah untuk menahan seorang warga Palestina di Jenin, Tepi Barat, pada 18 Februari 2026.(Nedal Eshtayah/Anadolu Agency)

SUASANA bulan suci Ramadan di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel, berubah menjadi ketegangan massal. Lembaga Masyarakat Tawanan Palestina (PPS) melaporkan bahwa militer Israel telah menangkap lebih dari 100 warga Palestina sejak awal Ramadan yang dimulai pada 18 Februari lalu.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu (23/2), PPS mengungkapkan bahwa gelombang penangkapan ini terjadi di berbagai provinsi, termasuk Yerusalem Timur. Mirisnya, sejumlah perempuan dan anak-anak turut menjadi sasaran penahanan oleh otoritas keamanan Israel.

Laporan tersebut menyoroti metode penangkapan yang dinilai brutal. PPS menyebut adanya tindakan pemukulan berat dan aksi teror terorganisasi terhadap para tahanan serta keluarga mereka. Tidak hanya penangkapan fisik, operasi militer ini juga dilaporkan disertai dengan sabotase luas terhadap rumah-rumah warga.

"Terjadi penghancuran rumah tinggal secara sengaja, penyitaan kendaraan, uang tunai, hingga perhiasan emas milik warga sipil," tulis pernyataan PPS sebagaimana dikutip dari Anadolu.

Krisis Kemanusiaan di Penjara

Hingga saat ini, diperkirakan terdapat lebih dari 9.300 warga Palestina yang mendekam di penjara-penjara Israel. Dari jumlah tersebut, sekitar 350 di antaranya adalah anak-anak. Organisasi hak asasi manusia, baik dari pihak Palestina maupun Israel, telah berulang kali memperingatkan adanya praktik penyiksaan, kelaparan sistematis, dan pengabaian medis yang telah menyebabkan kematian puluhan tahanan.

Eskalasi pasca-Oktober 2023

Ketegangan di Tepi Barat terus meningkat tajam sejak dimulainya kampanye militer Israel di Gaza pada 8 Oktober 2023. Berdasarkan data terkini, sedikitnya 1.117 warga Palestina telah tewas dan sekitar 11.500 lainnya luka-luka akibat serangan militer maupun aksi kekerasan oleh pemukim ilegal Israel dalam periode tersebut.

Eskalasi ini memicu kekhawatiran internasional akan hilangnya stabilitas di wilayah Tepi Barat di tengah upaya mediasi gencatan senjata yang masih terus diupayakan di wilayah regional. (Middle East Monitor/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya