Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Aktor Palestina Motaz Malhees Gagal Hadiri Oscar karena Dilarang Masuk AS

Nadhira Izzati A
15/3/2026 13:17
Aktor Palestina Motaz Malhees Gagal Hadiri Oscar karena Dilarang Masuk AS
Aktor Palestina Motaz Malhees tidak dapat menghadiri Oscar 2026 setelah AS memberlakukan larangan perjalanan bagi pemegang dokumen Otoritas Palestina.(Instagram)

AKTOR Palestina Motaz Malhees mengonfirmasi dirinya tidak dapat menghadiri malam penganugerahan Academy Awards atau Oscar yang berlangsung akhir pekan ini. Hal ini terjadi setelah adanya larangan perjalanan yang diberlakukan pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Malhees merupakan bintang utama dalam film The Voice of Hind Rajab karya sutradara Kaouther Ben Hania, yang masuk dalam nominasi kategori Film Internasional Terbaik. 

Film tersebut mengangkat kisah nyata tentang perjuangan relawan Bulan Sabit Merah Palestina yang berusaha menyelamatkan seorang gadis berusia lima tahun bernama Hind Rajab yang terjebak di bawah tembakan pasukan Israel di Gaza pada 2024. Dalam film tersebut, Malhees memerankan tokoh nyata bernama Omar A. Alqam, seorang operator pusat panggilan yang mencoba membantu Hind Rajab melalui telepon.

Larangan masuk ini berkaitan erat dengan kebijakan baru yang mulai berlaku pada 1 Januari. Di mana akses masuk bagi individu yang menggunakan dokumen perjalanan yang dikeluarkan Otoritas Palestina dibatasi secara penuh. 

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Malhees menyampaikan kekecewaannya namun tetap teguh pada identitasnya. "Saya tidak diizinkan memasuki Amerika Serikat karena kewarganegaraan Palestina saya. Ini menyakitkan. Namun inilah kebenarannya. Anda bisa memblokir paspor. Anda tidak bisa memblokir sebuah suara," ujar Malhees.

Meskipun rekan-rekan pemeran lainnya yang memiliki kewarganegaraan ganda diperkirakan bisa hadir, Malhees yang hanya memegang paspor Palestina harus merelakan momen bersejarah tersebut. 

Terlepas dari itu, Malhees menegaskan pesan dari film tersebut jauh lebih kuat dari sekadar dokumen perjalanan. "Saya adalah orang Palestina, dan saya berdiri dengan rasa bangga dan martabat. Semangat saya akan menyertai The Voice of Hind Rajab malam itu. Semoga beruntung untuk kalian semua. Cerita kami lebih besar dari penghalang apa pun, dan itu akan didengar," tambahnya.

Kebijakan pembatasan masuk ini tidak hanya menyasar warga Palestina, tetapi juga mencakup negara-negara lain seperti Burkina Faso, Mali, Niger, Sudan Selatan, dan Suriah dengan alasan keamanan. 

Sementara itu, film The Voice of Hind Rajab terus mendapatkan apresiasi internasional setelah sebelumnya memenangkan Grand Jury Prize di Festival Film Venesia. 

Meskipun aktor utamanya dilarang hadir di karpet merah Oscar, keberhasilan film ini dalam menembus nominasi tertinggi industri film dunia. Nominasi itu dianggap sebagai kemenangan bagi narasi kemanusiaan Palestina yang coba disampaikan melalui seni peran. (The Guardian/Screen Daily/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya