Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketidakpastian global akibat meningkatnya risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi tantangan utama pada 2026. Namun, ekonomi Indonesia dinilai tetap memiliki daya tahan dengan prospek pertumbuhan yang relatif solid.
Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, mengatakan bahwa dinamika global tahun ini ditandai oleh eskalasi konflik geopolitik di sejumlah kawasan serta ketidakpastian arah kebijakan moneter global.
“Risiko geopolitik meningkat, mulai dari konflik di Venezuela dan Iran hingga ketegangan antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Di sisi lain, perlambatan ekonomi global masih mendominasi,” ujarnya saat ditemui, Kamis (29/1).
Meski demikian, dampak geopolitik terhadap harga komoditas dinilai masih terbatas karena lemahnya permintaan global. Harga minyak relatif terjaga, sementara harga CPO dan sejumlah komoditas ekspor utama Indonesia masih cenderung melemah.
Dian menuturkan, kinerja perdagangan Indonesia diperkirakan tetap mencatat surplus pada 2026, meski lebih moderat dibandingkan 2025 yang terdorong oleh fenomena front loading ekspor akibat antisipasi tarif.
Dari sisi investasi, arus modal asing masih menghadapi tantangan. Pertumbuhan foreign direct investment (FDI) dinilai terbatas, sementara volatilitas pasar keuangan global turut memengaruhi pasar obligasi, saham, dan nilai tukar rupiah.
Kendati demikian, Bank Mandiri tetap optimistis terhadap prospek domestik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 5,2%, ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, stimulus fiskal pemerintah, serta potensi pelonggaran kebijakan moneter.
“Ekonomi Indonesia masih cukup resilien. Konsumsi mulai membaik, inflasi relatif terkendali, dan likuiditas perbankan tetap terjaga. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan karena kondisi global sangat tidak terprediksi,” kata Dian.
Ia menegaskan, menjaga kepercayaan pelaku usaha dan masyarakat menjadi kunci agar momentum pertumbuhan ekonomi tetap berlanjut di tengah tekanan global yang berkelanjutan. (E-3)
PASAR modal Indonesia mengalami pergerakan yang cukup dinamis dengan tingkat volatilitas cukup tinggi akibat tekanan geopolitik dan kondisi domestik dan global, ini kata Kepala Eksekutif OJK
Ketidakstabilan global ini bukan hanya masalah kemanusiaan, tetapi juga ancaman nyata bagi stabilitas domestik Indonesia.
Diberitakan sebelumnya Anwar Ibrahim akan menemui Presiden RI Prabowo Subianto, Jumat (27/3), untuk membahas kondisi geopolitik terkini.
Tekanan geopolitik kembali menghantam pasar keuangan global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam pada perdagangan Kamis sore.
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Hasto dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Kamis, membenarkan bahwa pertemuan tersebut berlangsung di Istana Merdeka hari ini.
Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan investasi Rp574 triliun.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan membuahkan komitmen investasi besar hingga mencapai Rp574 triliun.
Kehadiran investasi di kawasan industri ini menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat Majalengka,
Investor ritel di pasar saham Indonesia diimbau untuk tidak lagi bergantung pada data usang dalam mengambil keputusan investasi, seiring dinamika pasar yang semakin cepat, dan kompleks.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pangan nasional melalui kerja sama ekonomi strategis dengan Tiongkok.
DIPLOMASI energi yang dilakukan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Tokyo, Jepang, dinilai menjadi sinyal kuat pergeseran posisi Indonesia dalam peta kekuatan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved