Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Meski Dibayangi Tantangan Global, Pertumbuhan Ekonomi 2026 Diprediksi di Atas 5 Persen

Naufal Zuhdi
29/1/2026 21:30
Meski Dibayangi Tantangan Global, Pertumbuhan Ekonomi 2026 Diprediksi di Atas 5 Persen
Ilustrasi(Antara)

Ketidakpastian global akibat meningkatnya risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi tantangan utama pada 2026. Namun, ekonomi Indonesia dinilai tetap memiliki daya tahan dengan prospek pertumbuhan yang relatif solid.

Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, mengatakan bahwa dinamika global tahun ini ditandai oleh eskalasi konflik geopolitik di sejumlah kawasan serta ketidakpastian arah kebijakan moneter global.

“Risiko geopolitik meningkat, mulai dari konflik di Venezuela dan Iran hingga ketegangan antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Di sisi lain, perlambatan ekonomi global masih mendominasi,” ujarnya saat ditemui, Kamis (29/1).

Meski demikian, dampak geopolitik terhadap harga komoditas dinilai masih terbatas karena lemahnya permintaan global. Harga minyak relatif terjaga, sementara harga CPO dan sejumlah komoditas ekspor utama Indonesia masih cenderung melemah.

Dian menuturkan, kinerja perdagangan Indonesia diperkirakan tetap mencatat surplus pada 2026, meski lebih moderat dibandingkan 2025 yang terdorong oleh fenomena front loading ekspor akibat antisipasi tarif.

Dari sisi investasi, arus modal asing masih menghadapi tantangan. Pertumbuhan foreign direct investment (FDI) dinilai terbatas, sementara volatilitas pasar keuangan global turut memengaruhi pasar obligasi, saham, dan nilai tukar rupiah.

Kendati demikian, Bank Mandiri tetap optimistis terhadap prospek domestik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 5,2%, ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, stimulus fiskal pemerintah, serta potensi pelonggaran kebijakan moneter.

“Ekonomi Indonesia masih cukup resilien. Konsumsi mulai membaik, inflasi relatif terkendali, dan likuiditas perbankan tetap terjaga. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan karena kondisi global sangat tidak terprediksi,” kata Dian.

Ia menegaskan, menjaga kepercayaan pelaku usaha dan masyarakat menjadi kunci agar momentum pertumbuhan ekonomi tetap berlanjut di tengah tekanan global yang berkelanjutan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya