Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Turki Cetak Rekor Pariwisata 2025, Raup Pendapatan US$65 Miliar

Basuki Eka Purnama
06/2/2026 16:28
Turki Cetak Rekor Pariwisata 2025, Raup Pendapatan US$65 Miliar
Salah satu obyek wisata di Turki, Hagia Sofia(MI/HO)

TURKI secara resmi mengumumkan pencapaian luar biasa di sektor pariwisata untuk 2025 dengan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa. 

Dalam konferensi pers yang digelar di Istanbul, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.

Peningkatan jumlah kunjungan ini berbanding lurus dengan lonjakan pendapatan yang signifikan. Turki membukukan total pendapatan pariwisata sebesar US$65 miliar. 

Jika dibandingkan dengan data tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan pertumbuhan pendapatan sebesar 6,8%. Tidak hanya itu, rata-rata pengeluaran wisatawan per malam juga meningkat 3,6% menjadi US$100.

Lompatan Peringkat Global

Menteri Ersoy menyoroti bahwa posisi Turki telah bertransformasi dari pemain regional menjadi kekuatan global. Berdasarkan data Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), Turki menunjukkan progres yang sangat pesat dalam kurun waktu kurang dari satu dekade.

"Pada 2017, Turki berada di peringkat ke-8 dunia dalam jumlah wisatawan terbanyak, namun pada 2024 posisinya naik menjadi peringkat ke-4," papar Ersoy. 

Keberhasilan serupa terlihat pada aspek pendapatan, saat Turki yang semula menempati peringkat ke-15 pada 2017, berhasil menembus posisi ke-7 dunia pada 2024.

Melihat tren positif ini, pemerintah Turki optimis menetapkan target yang lebih ambisius. 

"Kami mengumumkan target pendapatan sebesar US$68 miliar pada 2026," tambah Ersoy.

Diversifikasi dan Inovasi Promosi

Kunci keberhasilan Turki dinilai terletak pada kemampuannya melakukan diversifikasi produk wisata agar tidak hanya bergantung pada wisata bahari tradisional. 

Saat ini, Turki menawarkan spektrum wisata yang luas, mulai dari wisata budaya, religi, ekowisata, arkeologi, gastronomi, hingga wisata kesehatan dan MICE.

Dua program unggulan yang menjadi sorotan adalah visi “Heritage for the Future” (Warisan untuk Masa Depan) dan proyek Night Museum (Museum Malam Hari). 

Inovasi ini memungkinkan wisatawan menikmati situs sejarah di luar jam operasional reguler, sebuah model yang disebut Ersoy sebagai pencapaian langka di tingkat global.

Selain itu, strategi promosi melalui model miniseries terbukti efektif menarik minat audiens internasional. Salah satunya, serial An Istanbul Story, sukses meraih 32 juta penayangan dalam satu episode saja.

Pasar Utama Wisatawan

Sepanjang 2025, Federasi Rusia tetap menjadi pasar terbesar bagi industri pariwisata Turki dengan jumlah 6,90 juta wisatawan. Posisi kedua ditempati oleh Jerman dengan 6,75 juta pengunjung, disusul oleh Inggris di peringkat ketiga dengan 4,27 juta wisatawan.

Dengan struktur sektor pariwisata yang kini lebih tangguh terhadap krisis, Turki optimistis dapat terus mempertahankan momentum pertumbuhan ini di tahun-tahun mendatang. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya