Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Asing Tetap Masuk Meski IHSG Tertekan

M Ilham Ramadhan Avisena
02/2/2026 18:13
Asing Tetap Masuk Meski IHSG Tertekan
Ilustrasi(Antara)

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berada di zona merah tidak mencerminkan hilangnya kepercayaan investor asing. Ia justru menekankan adanya aliran dana asing masuk sebagai sinyal positif terhadap prospek pasar dan ekonomi nasional.

"IHSG, pertama, kita lihat terjadi net inflow asing. Net inflow asing berarti kepercayaan asing terhadap perbaikan itu ada," ujar Airlangga seusai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2).

Menurutnya, tekanan IHSG lebih dipengaruhi oleh perilaku sebagian investor domestik yang melepas saham-saham tertentu. Ia menyebut fenomena fear of missing out (FOMO) mendorong investor ramai-ramai masuk ke saham yang likuiditas dan fundamentalnya terbatas.

"Kami lihat saham-saham yang potensi tidak likuid, itu kalau di pasar modal kan investor-investor banyak yang ikut, yang kita sering sebut fear of missing out," katanya.

Airlangga menjelaskan, saham-saham tersebut umumnya merupakan saham olahan yang akan terdampak pengetatan regulasi, khususnya terkait kewajiban peningkatan porsi saham beredar di publik atau free float.

"Fear of missing out ini terjadi dari investor yang berpikir bahwa saham-saham yang sekarang mereka invest itu termasuk yang saham kita sebut saham olahan. Sehingga itu nanti akan terkena regulasi yang harus naik free float-nya ke 15%," ujarnya.

Kondisi itu, lanjut Airlangga, mendorong investor melepas kepemilikannya dalam waktu bersamaan sehingga menekan pergerakan indeks. Namun demikian, ia menegaskan tidak semua saham bergerak negatif. "Tetapi kalau kita lihat saham-saham yang fundamentalnya bagus juga ada naik," kata dia.

Airlangga turut menyebut Bursa Efek Indonesia (BEI) juga telah melakukan pertemuan dengan MSCI secara daring. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan pasar internasional.

"Pertemuan MSCI dengan BEI dilakukan secara Zoom. Jadi saya sih melihat dengan masuknya net inflow asing, mereka percaya dengan upaya reform yang dilakukan," pungkasnya. (Mir/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya