Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Dorong Bobot RI di Indeks Global, BEI Tingkatkan Transparansi Data Saham

Insi Nantika Jelita
01/2/2026 20:08
Dorong Bobot RI di Indeks Global, BEI Tingkatkan Transparansi Data Saham
Jeffrey Hendrik(Antara)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya mendorong peningkatan bobot Indonesia dalam indeks global dengan memperkuat transparansi data pasar saham. Langkah ini menyusul pengumuman indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) soal pembekuan terhadap setiap peningkatan bobot Indonesia dalam indeks global.

Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, upaya tersebut dilakukan melalui pendalaman pasar dari sisi permintaan (demand).

“Apa yang akan kami lakukan adalah pendalaman dari sisi demand, khususnya agar lebih banyak lagi investor asing masuk, sehingga ke depan bisa ada penambahan bobot Indonesia di dalam konstituen indeks global,” ujar Jeffrey dalam Dialog Pelaku Pasar Modal di Kantor BEI, Jakarta, Minggu (1/2).

Ia mengungkapkan BEI telah menampung berbagai masukan dari para penyedia indeks global dan telah melakukan komunikasi dengan beberapa index provider. Pihaknya pun mengaku intensif berkomunikasi dengan sejumlah penyedia indeks internasional, termasuk MSCI.

“Besok kami juga akan kembali berkomunikasi dengan MSCI,” ujarnya.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan, lanjut Jeffrey, adalah peningkatan keterbukaan informasi (disclosure) oleh seluruh Self Regulatory Organization (SRO). BEI akan melengkapi disclosure yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia pada awal Januari lalu.

“Kami akan meningkatkan lagi disclosure data kepemilikan saham secara lebih general, termasuk data kepemilikan saham atau shareholders name di bawah 5%, sehingga setara dengan bursa-bursa global lainnya,” jelasnya.

BEI bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) berencana membuka data kepemilikan saham di bawah 5%, termasuk informasi beneficial owner, mulai Februari ini. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan transparansi pasar dengan memperjelas identitas investor yang bertransaksi di pasar modal Indonesia secara lebih utuh dan komprehensif.

"Itu adalah data publik. Jadi seluruh data yang diminta oleh MSCI akan kami jadikan data publik dan bisa diakses melalui website Bursa Efek Indonesia,” katanya

Saat ini, klasifikasi investor terdiri atas sembilan kategori Single Investor Identification (SID). Ke depan, klasifikasi tersebut akan disesuaikan dengan global best practice dengan menambahkan kategori baru sesuai dengan standar yang diharapkan oleh MSCI, seperti sovereign wealth fund (SWF), private equity (PE), investment advisor, discretionary fund, dan kategori lainnya.

BEI, lanjut Jeffrey, juga akan mulai melakukan sosialisasi kepada pelaku pasar, sekaligus meminta pelaku pasar, bank kustodian, dan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pemetaan ulang (remapping) sesuai kebutuhan klasifikasi investor yang baru.

“Kami harapkan proses ini dapat diselesaikan paling lambat pada April 2026, sebelum timeline yang ditetapkan oleh MSCI,” ujar Jeffrey. (Ins/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya