Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) DKI Jakarta mendorong pengembang properti memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan jangka panjang di tengah ketatnya akses kredit perbankan, sekaligus kembali menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim dan dhuafa pada Ramadan tahun ini.
Ketua DPD REI DKI Jakarta Arvin F. Iskandar mengatakan sektor perbankan dalam beberapa tahun terakhir cenderung lebih berhati-hati terhadap industri properti pascapandemi. Kondisi itu berdampak pada semakin ketatnya persetujuan kredit bagi pengembang maupun konsumen, termasuk untuk KPR dan KPA.
“Industri properti memiliki siklus proyek yang panjang dan kebutuhan modal kerja yang besar. Dalam kondisi pasar yang fluktuatif, ketergantungan pada pembiayaan perbankan saja tidak lagi cukup untuk menopang pertumbuhan jangka panjang,” kata Arvin belum lama ini.
Menurut Arvin, selama ini pembiayaan pengembang umumnya masih bertumpu pada sekitar 30% modal sendiri dan 70% pembiayaan bank.
Ia mengatakan pasar modal dapat menjadi alternatif pembiayaan jangka panjang, baik melalui penerbitan saham maupun surat utang seperti obligasi dan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS).
Namun, ia mengakui masih ada keraguan di kalangan pengembang, terutama skala menengah, karena proses masuk pasar modal dinilai rumit dan menuntut tata kelola serta transparansi yang tinggi.
“Padahal akses itu sebenarnya terbuka,” ujar Arvin.
Selain menggelar edukasi pembiayaan nonbank, REI DKI Jakarta pada Kamis (5/3) juga kembali menyelenggarakan santunan bagi 1.000 anak yatim dan dhuafa di Graha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta.
Kegiatan rutin setiap Ramadan itu telah digelar sejak 1998 dan tahun ini kembali bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Uus Kuswanto beserta sejumlah kepala dinas dan pejabat terkait. Dalam sambutannya, Uus mengapresiasi konsistensi REI DKI Jakarta yang setiap tahun menyalurkan santunan pada bulan Ramadan.
“Kemitraan yang dibangun REI DKI Jakarta selama ini terjalin tidak hanya soal dunia usaha, tetapi juga kemanusiaan. Ini adalah bagian dari kolaborasi yang dibutuhkan untuk membangun Jakarta,” kata Uus.
Tahun ini, kegiatan santunan mengusung tema Merajut Kepedulian, Menguatkan Jakarta. Arvin mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen REI DKI Jakarta untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat.
Menurut dia, penerima santunan tahun ini berasal dari 12 yayasan panti asuhan di lima wilayah DKI Jakarta. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.
“Kami merasa bangga karena kegiatan ini telah dua kali diselenggarakan di Balai Kota, tempat yang menjadi simbol pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Arvin. (Z-10)
Indonesia tengah menghadapi krisis backlog perumahan yang dinilai semakin serius. Pemerintah menyebut sekitar 9,8 juta keluarga belum memiliki rumah sendiri.
Pemerintah menegaskan terus mendorong pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen utama meningkatkan daya saing UMKM.
Konsisten memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan kinerja positif melalui pertumbuhan kredit yang solid.
Meningkatnya kasus kekerasan dalam penagihan utang oleh debt collector menjadi peringatan keras bagi industri pembiayaan nasional.
Setiap pukul tiga dini hari, saat banyak remaja masih tertidur, Jeni Adilasari sudah memulai harinya di rumah sederhana di Bojonegoro.
PT Bank Danamon Indonesia dan PT Adira Dinamika Multi Finance kembali hadir dalam ajang Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS) 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved