Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PADA sepuluh hari terakhir Ramadan, sebagian umat Islam berkeyakinan akan ada Lailatulqadar. M Quraish Shihab dalam buku Wawasan Al-Qur'an: Tafsir Madhu'i Atas Pelbagai Persoalan Umat (1996) menjelaskan bahwa Lailatulqadar terdiri atas lail dan qadar.
Lail berarti malam, sedangkan qadar memiliki tiga pengertian. Pertama, penetapan dan pengaturan. Lailatulqadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Kedua, kemuliaan. Lailatulqadar adalah malam yang mulia, tiada yang menandingi dan melebihi kemuliaannya. Itulah malam ketika Allah menurunkan Al-Qur'an. Ketiga, sempit. Lailatulqadar adalah malam yang sempit karena para malaikat dan Malaikat Jibril turun ke bumi.
Lebih lanjut Quraish Shihab menyimpulkan bahwa ketiga pengertian tersebut dapat menjadi benar karena malam itu adalah malam mulia, yang apabila dapat diraih maka ia menetapkan masa depan manusia dan bahwa pada malam itu malaikat turun ke bumi membawa ketenangan serta kedamaian.
Jika dikaitkan dengan peristiwa diturunkannya Al-Qur'an, Lailatulqadar sudah tidak ada lagi. Pewahyuan Al-Qur'an berakhir setelah Rasulullah SAW wafat.
Keyakinan akan adanya Lailatulqadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan didasarkan pada beberapa hadis. Dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan: "Carilah olehmu sekalian Lailatulqadar itu pada malam witir (ganjil) sepuluh terakhir bulan Ramadan." Imam Bukhari juga meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa beribadah pada Lailatulqadar dengan iman dan ikhlas maka diampuni dosanya yang telah lalu."
Beberapa riwayat menyebutkan Lailatulqadar turun pada malam ke-27, 25, 23, 21, bahkan ada yang menyebutkan 19 Ramadan, dengan tanda-tanda alam tertentu. Meskipun demikian, tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan terjadinya Lailatulqadar. Umat Islam yang beribadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan berharap dua: ampunan atas segala dosa dan pahala ibadah yang berlipat ganda, lebih baik daripada seribu bulan.
Terlepas dari perdebatan apakah Lailatulqadar masih ada dan kapan terjadinya, dalam tulisan ini penulis mengemukakan beberapa pendapat. Pertama, dari sudut pandang teologi, Allah menurunkan Al-Qur'an yang berisi peraturan-peraturan Allah. Manusia akan meraih kehidupan yang damai apabila mereka melaksanakan semua peraturan Allah dengan seluruh dan sepenuh kemampuan.
Kedua, dari sudut pandang syariat, Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Mahakuasa. Allah memberikan pahala yang berlipat ganda bagi mereka yang beribadah mengharapkan rida-Nya. Dengan rida-Nya, Allah mengampuni dosa, mengabulkan doa, dan memberikan anugerah yang tidak diminta oleh manusia. Ketiga, dalam perspektif psikologi, adanya Lailatulqadar merupakan motivasi agar manusia mempertahankan dan meningkatkan ibadah selagi masih ada kesempatan.
Sebagai mukmin kita meyakini bahwa Lailatulqadar itu benar adanya. Bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an di malam qadar, dan bahwa pada Lailatulqadar Allah melimpahkan pahala dan kemuliaan bagi hamba-Nya yang beribadah. Kesempatan tidak selalu datang dua kali. Mari meraih kemuliaan di bulan Ramadan selagi kesempatan itu masih ada.
Jika 'memperoleh' Lailatulqadar, semoga ibadah kita mendapatkan pahala berlipat ganda. Jika kita tidak memperoleh Lailatulqadar, Allah tidak akan menyia-nyiakan ibadah hamba-Nya. Lailatulqadar tidak akan bermakna apa-apa jika manusia tidak beribadah di dalamnya.
Lailatul Qadar tanggal berapa di tahun 2026? Cek estimasi jadwal malam ganjil 21-29 Ramadhan 1447 H serta tanda-tanda dan amalan utamanya di sini.
Puasa Ramadan tingkatkan sensitivitas insulin penderita diabetes. Simak panduan pola makan, aturan hidrasi 2-4-2, dan tips medis dari pakar endokrin di sini.
SELAMA menjalankan ibadah puasa Ramadan, asupan air minum umumnya juga berkurang. Tak jarang banyak yang kemudian bertanya, apakah hal tersebut bisa memengaruhi kesehatan ginjal?
DI antara isu yang mengguncang dunia Islam dari Maroko di barat hingga Indonesia di timur adalah sekularisme, baik sekularisme politik maupun kultural.
Pasien dengan kanker stadium lanjut disertai kondisi umum yang buruk, cachexia, atau malnutrisi berat memerlukan perhatian khusus dianjurkan tidak berpuasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved