Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJALANKAN ibadah puasa Ramadan bagi penderita diabetes (diabetisi) ternyata bukan sekadar kewajiban agama, melainkan juga instrumen medis untuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.
Spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes dari Eka Hospital BSD Tangerang, Prof. Hari Hendarto, mengungkapkan bahwa puasa yang dilakukan dengan pola yang benar memberikan dampak positif signifikan bagi sistem hormonal.
Salah satu manfaat utama puasa bagi penderita diabetes adalah meningkatnya sensitivitas insulin. Dalam kondisi berpuasa, sel-sel tubuh menjadi lebih peka terhadap hormon insulin.
Hal ini memungkinkan glukosa atau gula darah dikelola dengan lebih efektif oleh tubuh, yang pada gilirannya membantu menstabilkan kadar gula darah secara alami.
Selain itu, puasa yang teratur dapat memperbaiki rata-rata kadar gula darah atau HbA1c secara bertahap.
Manfaat ini juga disertai dengan penurunan berat badan yang sehat, terutama pengurangan lemak visceral (lemak perut) yang selama ini menjadi musuh utama dalam pengelolaan diabetes tipe 2.
Manfaat puasa tidak berhenti pada kontrol gula darah. Prof. Hari menjelaskan bahwa puasa juga berperan dalam menurunkan tekanan darah dan memperbaiki profil kolesterol.
Kombinasi dari stabilitas gula darah, berat badan yang terjaga, dan kolesterol yang membaik secara drastis akan mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular atau penyakit jantung pada penderita diabetes.
Meski bermanfaat, tidak semua penderita diabetes diperbolehkan berpuasa tanpa pengawasan. Mayoritas penyandang diabetes tipe 2 dengan gula darah terkontrol diperbolehkan berpuasa, namun keputusan akhir tetap harus berdasarkan anjuran dan pantauan dokter.
Berikut adalah panduan medis untuk menjaga keselamatan selama berpuasa:
Sangat disarankan untuk melakukan tes gula darah secara rutin pada pagi, siang, dan sore hari. Perlu dicatat bahwa melakukan tes darah melalui ujung jari tidak membatalkan puasa menurut fatwa medis maupun agama.
Guna mencegah dehidrasi yang dapat memperburuk kondisi ginjal, terapkan pola minum 2-4-2:
Keselamatan nyawa adalah prioritas utama. Segera batalkan puasa jika:
Pemilihan asupan nutrisi menjadi kunci stabilitas energi selama berpuasa. Saat sahur, fokuslah pada karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum, dan sayuran yang melepaskan gula secara perlahan, ditambah protein berkualitas agar rasa kenyang bertahan lebih lama.
Saat berbuka, hindari fenomena "balas dendam". Mulailah dengan air putih dan maksimal 1-3 butir kurma. Hindari konsumsi gorengan dan kolak manis secara berlebihan. Makanlah secara bertahap agar pankreas tidak "kaget".
Penting: Jangan pernah mengubah dosis obat atau insulin sendiri. Biasanya, dokter akan menyarankan pengurangan dosis obat saat sahur untuk mencegah risiko hipoglikemia di siang hari, dan penyesuaian dosis saat berbuka.
Penderita diabetes tipe 1, pasien dengan gagal ginjal, atau ibu hamil dengan diabetes memerlukan penilaian khusus dari dokter sebelum memutuskan untuk menjalankan ibadah puasa. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved