Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

3 Panduan Puasa bagi Penderita Diabetes, Bisa Memperbaiki Hormon Insulin

 Gana Buana
05/3/2026 18:30
3 Panduan Puasa bagi Penderita Diabetes, Bisa Memperbaiki Hormon Insulin
Puasa Ramadan tingkatkan sensitivitas insulin penderita diabetes.(Freepik)

MENJALANKAN ibadah puasa Ramadan bagi penderita diabetes (diabetisi) ternyata bukan sekadar kewajiban agama, melainkan juga instrumen medis untuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

Spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes dari Eka Hospital BSD Tangerang, Prof. Hari Hendarto, mengungkapkan bahwa puasa yang dilakukan dengan pola yang benar memberikan dampak positif signifikan bagi sistem hormonal.

Peningkatan Sensitivitas Insulin dan Kontrol Gula Darah

Salah satu manfaat utama puasa bagi penderita diabetes adalah meningkatnya sensitivitas insulin. Dalam kondisi berpuasa, sel-sel tubuh menjadi lebih peka terhadap hormon insulin.

Hal ini memungkinkan glukosa atau gula darah dikelola dengan lebih efektif oleh tubuh, yang pada gilirannya membantu menstabilkan kadar gula darah secara alami.

Selain itu, puasa yang teratur dapat memperbaiki rata-rata kadar gula darah atau HbA1c secara bertahap.

Manfaat ini juga disertai dengan penurunan berat badan yang sehat, terutama pengurangan lemak visceral (lemak perut) yang selama ini menjadi musuh utama dalam pengelolaan diabetes tipe 2.

Menurunkan Risiko Komplikasi Kardiovaskular

Manfaat puasa tidak berhenti pada kontrol gula darah. Prof. Hari menjelaskan bahwa puasa juga berperan dalam menurunkan tekanan darah dan memperbaiki profil kolesterol.

Kombinasi dari stabilitas gula darah, berat badan yang terjaga, dan kolesterol yang membaik secara drastis akan mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular atau penyakit jantung pada penderita diabetes.

Panduan Aman Berpuasa bagi Diabetisi

Meski bermanfaat, tidak semua penderita diabetes diperbolehkan berpuasa tanpa pengawasan. Mayoritas penyandang diabetes tipe 2 dengan gula darah terkontrol diperbolehkan berpuasa, namun keputusan akhir tetap harus berdasarkan anjuran dan pantauan dokter.

Berikut adalah panduan medis untuk menjaga keselamatan selama berpuasa:

1. Monitoring Gula Darah Mandiri

Sangat disarankan untuk melakukan tes gula darah secara rutin pada pagi, siang, dan sore hari. Perlu dicatat bahwa melakukan tes darah melalui ujung jari tidak membatalkan puasa menurut fatwa medis maupun agama.

2. Aturan Hidrasi 2-4-2

Guna mencegah dehidrasi yang dapat memperburuk kondisi ginjal, terapkan pola minum 2-4-2:

  • 2 Gelas saat berbuka.
  • 4 Gelas sepanjang malam.
  • 2 Gelas saat sahur.

3. Kapan Harus Membatalkan Puasa?

Keselamatan nyawa adalah prioritas utama. Segera batalkan puasa jika:

  • Kadar gula darah berada di bawah 70 mg/dL (Hipoglikemia).
  • Kadar gula darah melonjak di atas 300 mg/dL (Hiperglikemia).

Manajemen Nutrisi: Sahur dan Buka Puasa

Pemilihan asupan nutrisi menjadi kunci stabilitas energi selama berpuasa. Saat sahur, fokuslah pada karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum, dan sayuran yang melepaskan gula secara perlahan, ditambah protein berkualitas agar rasa kenyang bertahan lebih lama.

Saat berbuka, hindari fenomena "balas dendam". Mulailah dengan air putih dan maksimal 1-3 butir kurma. Hindari konsumsi gorengan dan kolak manis secara berlebihan. Makanlah secara bertahap agar pankreas tidak "kaget".

Penting: Jangan pernah mengubah dosis obat atau insulin sendiri. Biasanya, dokter akan menyarankan pengurangan dosis obat saat sahur untuk mencegah risiko hipoglikemia di siang hari, dan penyesuaian dosis saat berbuka.

Penderita diabetes tipe 1, pasien dengan gagal ginjal, atau ibu hamil dengan diabetes memerlukan penilaian khusus dari dokter sebelum memutuskan untuk menjalankan ibadah puasa. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya