Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Pentingnya Deteksi Dini Aliran Darah untuk Cegah Amputasi Kaki Diabetes

Basuki Eka Purnama
28/2/2026 07:55
Pentingnya Deteksi Dini Aliran Darah untuk Cegah Amputasi Kaki Diabetes
Ilustrasi(Freepik)

MASALAH luka pada kaki penderita diabetes atau kaki diabetes sering kali dianggap sebagai persoalan kulit semata. 

Padahal, komplikasi ini jauh lebih kompleks karena berkaitan erat dengan kesehatan pembuluh darah yang dapat berujung pada tindakan amputasi jika tidak ditangani sejak dini.

Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular, dr. Andrew Jackson Yang, Sp. B Subs. BVE (K), MARS, menekankan bahwa kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.

"Jadi sering terjadi trauma pada area kaki. Misalnya terpentok atau tersenggol, jadi terjadi lukanya di kaki lebih rawan dibandingkan dengan di tangan atau bagian tubuh lainnya," ujar Andrew, dikutip Sabtu (28/2).

Mengapa Luka Diabetes Sulit Sembuh?

Lulusan Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa penyebab utama luka pada penderita diabetes sulit sembuh adalah gangguan aliran darah. 

Penyumbatan pada pembuluh darah mengakibatkan jaringan atau organ kekurangan suplai darah yang membawa oksigen dan nutrisi untuk pemulihan.

Kondisi ini diperparah oleh kadar gula darah tinggi yang berkepanjangan. Hal tersebut memicu abnormalitas pada fungsi sel perbaikan jaringan serta disfungsi sistem kekebalan tubuh, sehingga luka sekecil apa pun menjadi sangat rentan terhadap infeksi parah.

"Diabetes tidak hanya berkaitan dengan gula darah, tapi juga menyerang pembuluh darah. Luka pada kaki itu bukan masalah kulit semata, sehingga pemeriksaan aliran darah menjadi sangat penting," tegas Andrew.

Evaluasi Vaskular dan Prosedur Penanganan

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah ini menjelaskan bahwa penanganan kaki diabetes memerlukan observasi menyeluruh melalui metode evaluasi vaskular. 

Langkah ini dilakukan untuk menentukan tindakan medis yang tepat guna menyelamatkan jaringan kaki.

Beberapa prosedur pemeriksaan yang biasanya dilakukan meliputi Ankle-Brachial Index (ABI), USG Doppler, CT Angiography, hingga Angiography. 

Jika ditemukan penyumbatan, dokter dapat menerapkan prosedur Angioplasty untuk membuka pembuluh darah yang menyempit, termasuk pemasangan stent jika diperlukan. Selain itu, ada pula prosedur Atherectomy yang menggunakan alat khusus untuk mengikis plak pada dinding pembuluh darah.

Mencegah Amputasi Mayor

Tujuan utama dari seluruh rangkaian penanganan vaskular ini adalah menghindari amputasi mayor. Andrew memaparkan fakta krusial mengenai kaitan antara luka kecil dan risiko kehilangan anggota tubuh.

"Ada sebuah fun fact dari penelitian yang menyatakan bahwa kurang lebih 85% amputasi pada diabetes diawali dari luka kaki yang kecil dan evaluasi aliran darah dini dan revaskularisasi dapat mencegah banyak kejadian amputasi," tutupnya.

Melalui penanganan dini dan evaluasi aliran darah yang tepat, risiko infeksi parah dapat ditekan, sehingga kualitas hidup penderita diabetes tetap terjaga tanpa harus melalui prosedur amputasi. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya