Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Cegah Luka Diabetes Sebelum Parah: Ini Perawatan, Penyebab, dan Pencegahannya

Abi Rama
10/11/2025 12:09
Cegah Luka Diabetes Sebelum Parah: Ini Perawatan, Penyebab, dan Pencegahannya
Ilustrasi(Freepik)

LUKA yang sulit sembuh, terutama pada kaki, sering kali menjadi tanda peringatan bagi pasien dengan kadar gula darah tinggi. Meski tidak setiap luka menandakan diabetes, para ahli menekankan bahwa bagi orang dengan hiperglikemia atau riwayat diabetes, luka yang lambat sembuh dapat menjadi gejala komplikasi serius. Hal ini terjadi karena diabetes memengaruhi berbagai sistem tubuh, mulai dari saraf, pembuluh darah, hingga kemampuan sel darah putih untuk melawan infeksi.

Apakah Luka pada Pasien Gula Darah Tinggi Bisa Menjadi Tanda Diabetes?

Dikutip dari laman Persada Hospital, luka sendiri tidak selalu berarti seseorang menderita diabetes. Namun, pada pasien dengan kadar gula darah tinggi, luka yang sulit sembuh atau terus memburuk bisa menjadi indikasi adanya masalah diabetes. 

Kondisi ini sering muncul karena kerusakan saraf perifer (neuropati) dan gangguan sirkulasi darah yang menghambat proses penyembuhan. 

Ketika saraf mengalami kerusakan, penderita sering kali tidak merasakan luka kecil atau tekanan pada kulit, sehingga cedera yang tampak ringan bisa berkembang menjadi luka serius jika tidak segera ditangani.

Ciri-Ciri Luka Diabetes

Mengenali tanda luka diabetes sejak dini penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Beberapa ciri yang paling umum meliputi:

  • Rasa nyeri dan pembengkakan pada kaki, akibat neuropati yang memengaruhi saraf dan menurunkan sensasi pada kaki dan tungkai.
  • Keluarnya cairan atau nanah dari luka, yang menandakan infeksi bakteri.
  • Eschar atau jaringan hitam di sekitar luka, tanda jaringan mati karena aliran darah tidak optimal.
  • Selulitis, ditandai kemerahan, bengkak, dan kulit hangat di sekitar luka, menandakan infeksi jaringan lunak.
  • Ulkus atau borok pada kaki, biasanya muncul di area yang sering mendapat tekanan atau gesekan, misalnya telapak kaki.
  • Mati rasa dan kulit kusam, akibat kerusakan saraf yang mengurangi kemampuan merasakan luka.
  • Hammertoes, yaitu posisi jari kaki menekuk ke bawah, yang meningkatkan risiko tekanan dan gesekan sehingga muncul luka.
  • Lenting, berupa gelembung berisi cairan pada kulit kaki akibat gesekan berulang, yang dapat berubah menjadi ulkus jika pecah.
  • Munculnya kutil pada beberapa area tubuh seperti leher, ketiak, kelopak mata, atau selangkangan, yang menjadi pertanda kadar insulin tinggi dalam darah.

Penyebab Luka Diabetes

Luka yang sulit sembuh pada pasien dengan gula darah tinggi disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor:

  • Neuropati perifer, membuat penderita kehilangan sensasi dan tidak menyadari adanya luka.
  • Gangguan sirkulasi darah, menghambat proses penyembuhan karena nutrisi dan oksigen tidak sampai ke jaringan yang terluka.
  • Hiperglikemia yang tidak terkontrol, memengaruhi fungsi sel darah putih dan memperlambat regenerasi jaringan.
  • Tekanan mekanis atau deformitas kaki, seperti kapalan atau hammertoes, meningkatkan risiko munculnya ulkus.
  • Infeksi bakteri, karena luka terbuka mudah terkontaminasi, ditambah sistem imun yang melemah pada penderita diabetes.

Tingkatan Luka Diabetes

Luka diabetes diklasifikasikan berdasarkan kedalaman dan keparahannya:

  • Skala 0: Luka ringan dengan rasa nyeri saja.
  • Skala 1: Luka terjadi pada lapisan kulit bagian atas.
  • Skala 2: Luka menembus hingga otot atau sendi.
  • Skala 3: Luka mengenai tulang.
  • Skala 4: Muncul gangrene di sebagian area kaki.
  • Skala 5: Gangrene telah menyebar ke seluruh kaki.

Penilaian skala luka ini penting untuk menentukan langkah pengobatan dan mencegah komplikasi serius.

Pengobatan Luka Diabetes

Penanganan luka diabetes harus dilakukan dengan hati-hati untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi:

  • Merawat luka secara rutin, menjaga kebersihan dan mengganti perban sesuai anjuran.
  • Mengurangi tekanan pada area luka dengan alas kaki khusus atau peralatan offloading.
  • Menghilangkan jaringan kulit mati melalui debridement untuk mempercepat penyembuhan.
  • Mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.

Pada kasus berat, perawatan profesional di klinik diabetes atau wound care center diperlukan, termasuk kemungkinan tindakan bedah.

Pencegahan Luka Diabetes

Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Beberapa langkah yang dianjurkan:

  • Menjaga kebersihan kaki, menggunting kuku dengan hati-hati, dan menggunakan pelembap untuk mencegah kulit kering.
  • Memakai alas kaki dan pakaian yang nyaman untuk menghindari gesekan.
  • Memeriksa kondisi kaki setiap hari, terutama bagi penderita neuropati.
  • Melakukan kontrol rutin ke dokter untuk memantau gula darah dan kondisi kaki.

Luka yang lambat sembuh pada pasien dengan gula darah tinggi bisa menjadi tanda komplikasi diabetes. Mengenali ciri-ciri luka, memahami penyebab, melakukan pengobatan yang tepat, dan menjalankan langkah pencegahan dengan disiplin sangat penting untuk mencegah komplikasi serius, termasuk infeksi luas atau gangrene yang dapat mengancam fungsi kaki. 

Dengan perawatan dan kontrol gula darah yang baik, risiko luka diabetes dapat diminimalkan dan kualitas hidup penderita tetap terjaga. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya