Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Strategi Bijak Mengelola Gula Saat Puasa agar Tubuh Tetap Bugar

Basuki Eka Purnama
26/2/2026 07:25
Strategi Bijak Mengelola Gula Saat Puasa agar Tubuh Tetap Bugar
Ilustrasi(Freepik)

MENJALANI ibadah puasa membutuhkan manajemen asupan nutrisi yang tepat agar energi tubuh tetap terjaga sepanjang hari. Dietisien dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Luthfianti Diana Mauludiyah, SGz, RD, memberikan edukasi penting mengenai pola makan, terutama terkait konsumsi gula selama bulan Ramadan.

Menurut Luthfianti, mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula saat santap sahur justru tidak dianjurkan. 

Ia menjelaskan bahwa makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.

"Konsumsi gula tinggi saat sahur justru kurang dianjurkan. Makanan atau minuman manis sederhana dapat menyebabkan fluktuasi gula darah yang membuat rasa lapar muncul lebih cepat di siang hari," kata Luthfianti saat dihubungi dari Jakarta, Jumat.

Sebagai gantinya, Luthfianti menyarankan masyarakat untuk mengutamakan konsumsi karbohidrat kompleks, protein yang cukup, serta serat saat sahur. Kombinasi nutrisi ini terbukti lebih efektif dalam menjaga rasa kenyang agar bertahan lebih lama.

Sementara itu, saat waktu berbuka tiba, banyak orang sering terjebak untuk langsung mengonsumsi makanan atau minuman dengan kadar gula tinggi. Padahal, secara medis, tidak ada kewajiban fisiologis bagi seseorang untuk berbuka dengan menu yang manis berlebih.

"Yang dibutuhkan tubuh adalah rehidrasi (air putih), sumber energi yang cukup serta asupan zat gizi seimbang," ujar Luthfianti.

Ia menyarankan masyarakat untuk beralih ke sumber manis alami, seperti buah-buahan atau kurma. 

Menurutnya, buah utuh jauh lebih baik karena kandungan seratnya membantu respons gula darah menjadi lebih stabil dibandingkan sirup atau teh dengan gula tambahan.

"Pilihan seperti 1–3 butir kurma atau buah utuh dapat menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan minuman sirup atau teh dengan gula berlebih," tambah dia.

Penting untuk diingat bahwa kelebihan asupan gula dapat berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang, seperti risiko obesitas, diabetes, dan kerusakan gigi. 

Kementerian Kesehatan RI sendiri telah menetapkan batas konsumsi gula harian maksimal sebanyak 50 gram atau sekitar empat sendok teh per orang. Hal ini sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyarankan asupan gula tambahan sebaiknya di bawah 10 persen dari total energi harian, bahkan lebih baik lagi jika kurang dari 5 persen.

Dengan memperhatikan panduan nutrisi tersebut, ibadah puasa diharapkan tidak hanya berjalan dengan khusyuk, tetapi juga tetap mendukung kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya