Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Tips Sahur, Hindari Makanan Manis agar tidak Cepat Mengantuk

Basuki Eka Purnama
25/2/2026 19:47
Tips Sahur, Hindari Makanan Manis agar tidak Cepat Mengantuk
Ilustrasi(Freepik)

BAGI masyarakat yang harus beraktivitas padat atau berkendara di pagi hari saat menjalankan ibadah puasa, menjaga konsentrasi adalah sebuah keharusan. 

Dokter sekaligus ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum., menekankan bahwa pemilihan menu sahur yang tepat merupakan kunci utama agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari rasa kantuk.

Menurut Tan, komposisi dan porsi makanan saat sahur berpengaruh langsung terhadap kestabilan gula darah seseorang. 

Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah mengonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi. Kebiasaan ini justru memicu lonjakan gula darah yang tidak stabil.

"Lonjakan gula darah akan diikuti kejaran insulin yang berusaha menekan gula darah agar kembali normal. Rangkaian ini yang membuat konsentrasi anjlok," jelas Tan, dikutip Rabu (25/2).

Lebih lanjut, Tan menjelaskan bahwa sekitar dua jam setelah mengonsumsi makanan tinggi gula, kadar gula darah akan naik secara tajam namun kemudian turun dengan cepat. 

Penurunan drastis inilah yang akhirnya memicu rasa lemas dan kantuk hebat saat beraktivitas di siang hari.

Untuk menyiasati hal tersebut, Tan menyarankan agar masyarakat menerapkan pola makan gizi seimbang saat sahur. 

Ia menekankan bahwa menu yang dikonsumsi tidak harus mewah atau rumit, melainkan cukup mengikuti pedoman Isi Piringku yang disusun oleh Kementerian Kesehatan.

"Sahur gizi seimbang, menu lengkap tapi sederhana, bukan mewah atau ribet. Ikuti konsep Isi Piringku," tambahnya.

Sebagai pengingat, pedoman Isi Piringku menyarankan agar setiap porsi makan terdiri dari separuh bagian piring yang berisi sayuran dan buah-buahan sebagai sumber vitamin, mineral, serta serat. 

Sementara itu, separuh piring lainnya diisi oleh makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, serta lauk-pauk yang mencakup protein hewani maupun nabati.

Tan menegaskan bahwa kombinasi karbohidrat, protein, serta serat dalam porsi yang tepat adalah modal utama agar energi tubuh dapat bertahan lebih lama dan konsentrasi tetap terjaga selama menunaikan ibadah puasa. 

Dengan perencanaan menu yang sederhana namun memenuhi kaidah gizi, diharapkan masyarakat tetap produktif menjalankan rutinitas hariannya meski dalam kondisi berpuasa. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya