Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI masyarakat yang harus beraktivitas padat atau berkendara di pagi hari saat menjalankan ibadah puasa, menjaga konsentrasi adalah sebuah keharusan.
Dokter sekaligus ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum., menekankan bahwa pemilihan menu sahur yang tepat merupakan kunci utama agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari rasa kantuk.
Menurut Tan, komposisi dan porsi makanan saat sahur berpengaruh langsung terhadap kestabilan gula darah seseorang.
Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah mengonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi. Kebiasaan ini justru memicu lonjakan gula darah yang tidak stabil.
"Lonjakan gula darah akan diikuti kejaran insulin yang berusaha menekan gula darah agar kembali normal. Rangkaian ini yang membuat konsentrasi anjlok," jelas Tan, dikutip Rabu (25/2).
Lebih lanjut, Tan menjelaskan bahwa sekitar dua jam setelah mengonsumsi makanan tinggi gula, kadar gula darah akan naik secara tajam namun kemudian turun dengan cepat.
Penurunan drastis inilah yang akhirnya memicu rasa lemas dan kantuk hebat saat beraktivitas di siang hari.
Untuk menyiasati hal tersebut, Tan menyarankan agar masyarakat menerapkan pola makan gizi seimbang saat sahur.
Ia menekankan bahwa menu yang dikonsumsi tidak harus mewah atau rumit, melainkan cukup mengikuti pedoman Isi Piringku yang disusun oleh Kementerian Kesehatan.
"Sahur gizi seimbang, menu lengkap tapi sederhana, bukan mewah atau ribet. Ikuti konsep Isi Piringku," tambahnya.
Sebagai pengingat, pedoman Isi Piringku menyarankan agar setiap porsi makan terdiri dari separuh bagian piring yang berisi sayuran dan buah-buahan sebagai sumber vitamin, mineral, serta serat.
Sementara itu, separuh piring lainnya diisi oleh makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, serta lauk-pauk yang mencakup protein hewani maupun nabati.
Tan menegaskan bahwa kombinasi karbohidrat, protein, serta serat dalam porsi yang tepat adalah modal utama agar energi tubuh dapat bertahan lebih lama dan konsentrasi tetap terjaga selama menunaikan ibadah puasa.
Dengan perencanaan menu yang sederhana namun memenuhi kaidah gizi, diharapkan masyarakat tetap produktif menjalankan rutinitas hariannya meski dalam kondisi berpuasa. (Ant/Z-1)
Namun, di tengah kemajuan tersebut, optimalisasi zakat nasional belum menunjukkan lompatan yang sepadan.
Rasa lapar saat puasa berkaitan erat dengan komposisi menu sahur.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Kegiatan sosial selama bulan Ramadan 2026 kembali digelar untuk membantu masyarakat melalui penyaluran berbagai bantuan kepada warga di sejumlah daerah.
Program ini diwujudkan melalui penyerahan santunan kepada 48 anak yatim dari Rumah Tahfidz Quran Yatim Rahman, serta pembagian paket sembako kepada 113 masyarakat.
Anak-anak diajak menyelami nilai-nilai penting seperti sikap saling menolong, rasa syukur, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia lewat dongeng.
Habib Ja'far menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan kesehatan selama berpuasa, termasuk memastikan sahur yang cukup dan bergizi lengkap.
Jika biasanya trafik memuncak saat jam kerja atau waktu santai di rumah, di bulan Ramadan, lonjakan utama justru terjadi saat dini hari.
Konsumsi karbohidrat yang tidak terkontrol saat sahur dapat memicu gangguan metabolisme, terutama pada organ pankreas dan ginjal.
Kopi berefek diuretik. Bikin sering kencing dan kekurangan cairan jika seharian tidak minum.
Strategi memperbanyak karbohidrat sederhana saat sahur bukanlah cara yang tepat karena justru memicu rasa lapar lebih cepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved