Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Pergeseran Golden Hours: Sahur Kini Jadi Waktu Puncak Belanja Daring

Basuki Eka Purnama
28/2/2026 11:12
Pergeseran Golden Hours: Sahur Kini Jadi Waktu Puncak Belanja Daring
Ilustrasi(Freepik)

RITUAL Ramadan tidak hanya mengubah pola makan dan tidur masyarakat, tetapi juga merombak total peta aktivitas belanja daring (e-commerce) di Indonesia. 

Lazada Indonesia mencatat adanya pergeseran drastis pada waktu aktif konsumen, dengan jam sahur kini menjadi periode tersibuk transaksi digital.

Head of Business Growth & Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, mengungkapkan bahwa pola belanja masyarakat di bulan Ramadan sangat berbeda dengan hari-hari biasa. 

Jika biasanya trafik memuncak saat jam kerja atau waktu santai di rumah, kini lonjakan utama justru terjadi saat dini hari.

“Kalau dengan hari-hari biasa, mungkin mulai lebih aktifnya di jam-jam sudah bangun, atau mungkin kayak sudah sampai kantor, atau untuk yang di rumah sudah selesai tugas-tugasnya. Nah kalau sekarang itu, memang spike-nya ini berbeda, karena kita melihat bahwa aktifnya ada di jam 3 pagi, lalu nanti ada jam 7 malam,” kata Amelia, Jumat (27/2).

Anomali Trafik Dini Hari

Munculnya titik didih belanja pada jam 03.00 WIB ini menjadi fenomena unik. Masyarakat memanfaatkan waktu luang di sela-sela santap sahur untuk menelusuri aplikasi dan melakukan check-out keranjang belanja. 

Pola ini kemudian melandai di pagi hari dan kembali meningkat tajam pada pukul 19.00 WIB, tepat setelah masyarakat menyelesaikan prosesi berbuka puasa.

Perubahan ritme ini direspons cepat oleh platform dengan menyesuaikan momentum promosi. 

Dalam kampanye Lazada 3.3 Ramadan Mega Sale, penawaran khusus dan diskon hingga 95 persen sengaja disiapkan untuk menangkap antusiasme masyarakat yang terjaga di jam-jam tersebut.

Strategi Menangkap Momentum

Amelia menjelaskan bahwa Lazada telah mengantisipasi lonjakan ini, terutama karena momen Ramadan kali ini berdekatan dengan jadwal pencairan gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR). 

Hal ini membuat konsumen lebih berani melakukan transaksi untuk barang-barang bernilai tinggi seperti elektronik dan gadget justru di waktu-waktu yang tidak biasa bagi hari normal.

“Kita memang sudah mengantisipasi bahwa penjualan elektronik itu terutama untuk barang-barang besar dan juga untuk gadget, nah itu memang terjadinya di sekarang-sekarang ini karena untung banget, kali ini gajian dan THR kan lumayan dekat, ya, jadi memang udah mulai ada di peringkat penjualan,” tambah Amelia.

Untuk mendukung perubahan perilaku ini, Lazada juga memperkuat infrastruktur layanan mereka, termasuk fitur kecerdasan buatan (AI) untuk membantu penjual lokal mengelola trafik yang membeludak di jam-jam krusial tersebut, serta layanan konsumen Once & Done yang sigap melayani meski di luar jam operasional standar. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya