Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Jangan Kalap Karbohidrat saat Sahur, Ini Dampak Buruknya bagi Pankreas dan Ginjal

Basuki Eka Purnama
26/2/2026 15:47
Jangan Kalap Karbohidrat saat Sahur, Ini Dampak Buruknya bagi Pankreas dan Ginjal
Ilustrasi(Freepik)

ANGGAPAN bahwa mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar saat sahur dapat membuat tubuh lebih kuat menjalani puasa ternyata tidak sepenuhnya tepat. 

Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, mengingatkan masyarakat untuk menjaga porsi karbohidrat agar tidak berlebihan demi menghindari beban kerja berlebih pada organ dalam.

Menurut Rita, konsumsi karbohidrat yang tidak terkontrol saat sahur dapat memicu gangguan metabolisme, terutama pada organ pankreas dan ginjal. Hal ini terjadi karena proses perubahan karbohidrat menjadi glukosa di dalam darah.

“Karbohidrat akan diubah menjadi glukosa. Kalau glukosa dalam darah tinggi, tubuh memproduksi insulin lebih banyak. Insulin ini diproduksi oleh pankreas,” ujar Rita, dikutip Kamis (26/2).

Efek Domino pada Ginjal dan Penumpukan Lemak

Lonjakan hormon insulin yang diproduksi secara berlebihan bukan tanpa risiko. Rita menjelaskan bahwa kadar insulin yang tinggi akan mendorong lebih banyak glukosa masuk ke dalam sel. 

Jika tidak digunakan sebagai energi, glukosa tersebut akan menjadi cikal bakal penumpukan kalori dalam bentuk lemak tubuh.

Selain masalah berat badan, kesehatan ginjal juga menjadi taruhannya. Kadar gula darah yang tinggi membuat tekstur darah menjadi lebih kental, yang pada akhirnya memperberat proses penyaringan.

“Semakin tinggi dan semakin kental darah dengan glukosa, semakin berat beban ginjal melakukan filtrasi,” jelas pakar gizi lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut.

Pemicu Kantuk dan Kelelahan

Banyak orang merasa lelah dan mengantuk beberapa jam setelah sahur. Rita menyebutkan kondisi ini sering kali disebabkan oleh fluktuasi gula darah dan kerja keras tubuh dalam memproses metabolisme akibat porsi makan yang berlebihan.

Untuk menyiasatinya, Ketua konsultan menu SEA Games 2012 ini menyarankan masyarakat untuk mengubah komposisi piring sahur dengan memprioritaskan sayuran dan protein rendah lemak.

“Yang diutamakan sayur dan protein rendah lemak. Karbohidrat secukupnya saja,” tegasnya.

Rekomendasi Menu Sahur Seimbang

Bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau ingin menjaga kebugaran, Rita menyarankan pemilihan sumber karbohidrat kompleks. 

Pilihan seperti buah pisang atau umbi-umbian seperti kentang rebus dalam porsi terbatas bisa menjadi alternatif yang baik.

Dengan pola makan yang seimbang, tubuh tetap akan mendapatkan energi yang cukup untuk beraktivitas tanpa harus memberi beban berlebih pada organ vital selama menjalani ibadah puasa. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya