Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGAPAN bahwa mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar saat sahur dapat membuat tubuh lebih kuat menjalani puasa ternyata tidak sepenuhnya tepat.
Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, mengingatkan masyarakat untuk menjaga porsi karbohidrat agar tidak berlebihan demi menghindari beban kerja berlebih pada organ dalam.
Menurut Rita, konsumsi karbohidrat yang tidak terkontrol saat sahur dapat memicu gangguan metabolisme, terutama pada organ pankreas dan ginjal. Hal ini terjadi karena proses perubahan karbohidrat menjadi glukosa di dalam darah.
“Karbohidrat akan diubah menjadi glukosa. Kalau glukosa dalam darah tinggi, tubuh memproduksi insulin lebih banyak. Insulin ini diproduksi oleh pankreas,” ujar Rita, dikutip Kamis (26/2).
Lonjakan hormon insulin yang diproduksi secara berlebihan bukan tanpa risiko. Rita menjelaskan bahwa kadar insulin yang tinggi akan mendorong lebih banyak glukosa masuk ke dalam sel.
Jika tidak digunakan sebagai energi, glukosa tersebut akan menjadi cikal bakal penumpukan kalori dalam bentuk lemak tubuh.
Selain masalah berat badan, kesehatan ginjal juga menjadi taruhannya. Kadar gula darah yang tinggi membuat tekstur darah menjadi lebih kental, yang pada akhirnya memperberat proses penyaringan.
“Semakin tinggi dan semakin kental darah dengan glukosa, semakin berat beban ginjal melakukan filtrasi,” jelas pakar gizi lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut.
Banyak orang merasa lelah dan mengantuk beberapa jam setelah sahur. Rita menyebutkan kondisi ini sering kali disebabkan oleh fluktuasi gula darah dan kerja keras tubuh dalam memproses metabolisme akibat porsi makan yang berlebihan.
Untuk menyiasatinya, Ketua konsultan menu SEA Games 2012 ini menyarankan masyarakat untuk mengubah komposisi piring sahur dengan memprioritaskan sayuran dan protein rendah lemak.
“Yang diutamakan sayur dan protein rendah lemak. Karbohidrat secukupnya saja,” tegasnya.
Bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau ingin menjaga kebugaran, Rita menyarankan pemilihan sumber karbohidrat kompleks.
Pilihan seperti buah pisang atau umbi-umbian seperti kentang rebus dalam porsi terbatas bisa menjadi alternatif yang baik.
Dengan pola makan yang seimbang, tubuh tetap akan mendapatkan energi yang cukup untuk beraktivitas tanpa harus memberi beban berlebih pada organ vital selama menjalani ibadah puasa. (Ant/Z-1)
Namun, di tengah kemajuan tersebut, optimalisasi zakat nasional belum menunjukkan lompatan yang sepadan.
Rasa lapar saat puasa berkaitan erat dengan komposisi menu sahur.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Kegiatan sosial selama bulan Ramadan 2026 kembali digelar untuk membantu masyarakat melalui penyaluran berbagai bantuan kepada warga di sejumlah daerah.
Program ini diwujudkan melalui penyerahan santunan kepada 48 anak yatim dari Rumah Tahfidz Quran Yatim Rahman, serta pembagian paket sembako kepada 113 masyarakat.
Anak-anak diajak menyelami nilai-nilai penting seperti sikap saling menolong, rasa syukur, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia lewat dongeng.
Habib Ja'far menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan kesehatan selama berpuasa, termasuk memastikan sahur yang cukup dan bergizi lengkap.
Jika biasanya trafik memuncak saat jam kerja atau waktu santai di rumah, di bulan Ramadan, lonjakan utama justru terjadi saat dini hari.
Kopi berefek diuretik. Bikin sering kencing dan kekurangan cairan jika seharian tidak minum.
Komposisi dan porsi makanan saat sahur berpengaruh langsung terhadap kestabilan gula darah seseorang.
Strategi memperbanyak karbohidrat sederhana saat sahur bukanlah cara yang tepat karena justru memicu rasa lapar lebih cepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved