Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Sahur bukan Ajang Menumpuk Karbohidrat, Ini Saran Ahli Gizi agar Puasa Lebih Stabil

Basuki Eka Purnama
24/2/2026 11:57
Sahur bukan Ajang Menumpuk Karbohidrat, Ini Saran Ahli Gizi agar Puasa Lebih Stabil
Ilustrasi(Freepik)

BANYAK orang memiliki anggapan keliru bahwa menyantap porsi nasi dalam jumlah besar atau makanan manis saat sahur dapat membuat tubuh lebih kuat menahan lapar selama berpuasa. Padahal, menurut dokter dan ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum., pola makan seperti itu justru kontraproduktif.

Tan menegaskan bahwa strategi memperbanyak karbohidrat sederhana saat sahur bukanlah cara yang tepat. Kebiasaan mengonsumsi makanan manis seperti sirup atau porsi nasi putih berlebih justru memicu rasa lapar lebih cepat.

"Yang pasti jadi gampang lapar karena cepat dicerna jadi gula darah. Tergantung juga dengan jenis karbonya," ujar Tan, dikutip Selasa (24/2).

Ia menjelaskan bahwa karbohidrat sederhana, seperti gula pasir dan sirup, akan dengan cepat meningkatkan kadar gula darah. 

Sebagai respons, tubuh akan memproduksi insulin secara masif untuk menurunkannya. Proses inilah yang menyebabkan kadar gula darah turun drastis dalam waktu singkat, yang kemudian memicu rasa lapar kembali.

"Jika sering terjadi dan rutin, risiko diabetes muncul," tambah dia memperingatkan.

Sebagai solusi, ahli gizi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini menyarankan masyarakat untuk beralih ke karbohidrat kompleks. 

Pilihan seperti nasi merah, ubi, atau jagung jauh lebih disarankan karena memiliki proses cerna yang lebih lambat. Hal ini membantu menjaga kestabilan gula darah tetap terjaga sepanjang hari.

"Jika karbo kompleks seperti nasi merah, ubi, jagung, biasanya kita tidak mungkin makan banyak-banyak," jelasnya.

Selain pemilihan jenis karbohidrat, Tan menekankan pentingnya asupan serat yang cukup saat sahur. Serat berperan krusial dalam memberikan rasa kenyang yang lebih lama serta menjaga stabilitas gula darah.

Berikut adalah gambaran sederhana mengenai perbandingan penyerapan energi antara karbohidrat sederhana dan kompleks:

Secara keseluruhan, Tan mengingatkan agar masyarakat tetap berpegang pada prinsip gizi seimbang saat sahur, bukan sekadar memperbanyak satu jenis makanan saja. 

Dengan komposisi piring makan yang tepat, energi tubuh dapat terjaga lebih stabil selama berpuasa tanpa perlu membebani sistem metabolisme dengan lonjakan gula darah yang berulang.

Pola makan yang disiplin dan cerdas saat sahur ini sangat penting bagi siapa pun, bahkan bagi para atlet profesional yang sedang menjaga kondisi fisik, seperti Marcus Rashford yang kini tengah menjalani masa pinjaman di Barcelona, agar performa tubuh tetap prima meskipun sedang berpuasa. Pada akhirnya, kunci utama terletak pada kualitas nutrisi yang diasup, bukan pada seberapa banyak makanan yang dikonsumsi. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya