Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Hindari Kopi Saat Sahur, Bisa Sebabkan Dehidrasi

Basuki Eka Purnama
26/2/2026 07:14
Hindari Kopi Saat Sahur, Bisa Sebabkan Dehidrasi
Ilustrasi(Freepik)

BAGI banyak orang, secangkir kopi saat sahur sering dianggap sebagai "senjata rahasia" untuk mengusir kantuk dan menjaga fokus selama beraktivitas di siang hari, terutama bagi para pekerja yang harus berkendara. 

Namun, pakar gizi masyarakat, dr. Tan Shot Yen, M.Hum., justru memberikan peringatan keras terkait kebiasaan ini.

Menurut dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut, mengandalkan kopi saat sahur bukanlah solusi yang tepat. Masalah utamanya terletak pada sifat kopi yang memiliki efek diuretik.

“Kopi berefek diuretik. Bikin sering kencing dan kekurangan cairan jika seharian tidak minum,” ujar Tan, dikutip Kamis (26/2).

Efek diuretik ini memicu frekuensi buang air kecil yang lebih sering. Kondisi tersebut sangat berisiko bagi orang yang sedang berpuasa, karena tubuh akan kehilangan cairan lebih cepat sementara tidak ada asupan minum yang masuk hingga tiba waktunya berbuka. 

Jika diabaikan, kekurangan cairan atau dehidrasi ini dapat memicu berbagai gejala fisik yang mengganggu, mulai dari lemas, sakit kepala, hingga penurunan konsentrasi yang tajam. 

Bagi pekerja yang harus beraktivitas di jalan raya, penurunan fokus ini tentu menjadi ancaman keamanan yang nyata.

Pentingnya Kualitas Istirahat

Tan menegaskan bahwa rasa kantuk yang dirasakan saat berpuasa biasanya merupakan akumulasi dari kurang tidur. Perubahan pola makan serta aktivitas ibadah di malam hari selama bulan Ramadan sering kali membuat masyarakat memangkas waktu istirahat mereka secara drastis.

Padahal, menurutnya, pemenuhan kebutuhan tidur adalah hak dasar tubuh yang tidak bisa digantikan oleh kafein. 

“Tidur kan bagian dari kebutuhan tubuh. Enam sampai tujuh jam buat dewasa,” tegasnya.

Untuk menjaga kebugaran, Tan menyarankan masyarakat untuk tetap disiplin memenuhi durasi tidur tersebut. Strategi yang bisa diterapkan adalah dengan memajukan waktu tidur malam atau mengatur kembali jadwal istirahat setelah sahur.

Selain itu, ia juga merekomendasikan metode *power nap* atau tidur siang singkat. Durasi istirahat yang tidak perlu terlalu lama ini terbukti efektif dalam memulihkan energi dan meningkatkan kewaspadaan seseorang di tengah hari.

“Paling aman istirahat, tidur 15 sampai 20 menit segar lagi. Ada yang 15 menit, ada yang 30 menit,” jelasnya.

Sebagai kesimpulan, menjaga pola tidur yang konsisten, membatasi konsumsi kopi saat sahur, serta memastikan kecukupan hidrasi sejak berbuka hingga waktu imsak adalah langkah sederhana namun krusial. 

Dengan menerapkan pola hidup ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih fokus, sehat, dan aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya