Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA ini, asumsi dasar penurunan berat badan cukup sederhana, kalori yang dibakar saat berolahraga akan langsung menambah total pembakaran energi harian. Namun, sebuah analisis terbaru mematahkan anggapan tersebut. Penelitian mengungkapkan latihan aerobik meningkatkan pembakaran kalori harian jauh lebih sedikit dari yang diharapkan, terutama jika dibarengi dengan diet ketat.
Herman Pontzer dari Duke University, bersama rekannya Eric Trexler, melakukan tinjauan terhadap 14 uji klinis untuk mencari tahu ke mana "larinya" kalori yang dibakar saat latihan. Hasilnya mengejutkan, olahraga aerobik biasanya hanya meningkatkan total pembakaran harian sebesar sepertiga dari kalori yang dikeluarkan saat sesi latihan tersebut.
Sebagai gambaran, latihan yang seharusnya membakar 200 kilokalori seringkali hanya meningkatkan total metabolisme harian sekitar 60 kilokalori. Lantas, ke mana sisanya?
Fenomena ini terjadi karena tubuh manusia sangat adaptif. Bukannya mengabaikan latihan tersebut, tubuh justru "membayar" energi yang terpakai dengan cara mengurangi pengeluaran energi di bagian lain. Hal ini mencakup penurunan laju metabolisme istirahat (RMR), yaitu kalori yang digunakan organ tubuh untuk tetap berfungsi saat kita tidur atau beristirahat.
Kondisi ini menjadi semakin sulit bagi mereka yang memangkas asupan makan (diet) sambil menambah porsi olahraga. Pontzer memberikan peringatan keras mengenai jebakan diet ini.
"Pembunuh yang sebenarnya di sini adalah jika Anda memasangkan olahraga dengan diet, tubuh Anda akan berkata, 'baiklah, kalau begitu saya akan melakukan kompensasi lebih banyak'," kata Pontzer.
Studi ini mencatat jenis olahraga sangat berpengaruh. Latihan rutin yang stabil seperti lari atau bersepeda menunjukkan tingkat kompensasi energi yang paling tinggi. Sebaliknya, latihan beban justru menunjukkan pola yang berbeda.
Dalam beberapa uji coba, tambahan 200 kilokalori dari mengangkat beban terkadang berubah menjadi pembakaran 250 kilokalori sepanjang hari. Hal ini diduga karena proses perbaikan otot terus bekerja setelah latihan usai. Meski demikian, angkat beban terbukti lebih efektif untuk membangun otot daripada menghilangkan lemak tubuh secara drastis.
Penelitian ini juga merujuk pada pengamatan terhadap suku Hadza di Tanzania. Meskipun mereka berjalan kaki sangat jauh setiap hari, total pembakaran energi mereka hampir sama dengan orang Amerika yang kurang aktif. Ini memperkuat model "metabolisme terbatas", di mana tubuh memangkas biaya energi lain saat aktivitas meningkat.
Meski pembakaran kalori tidak sefantastis yang tertera di layar treadmill, para ahli menekankan olahraga tetap krusial. Pergerakan rutin terbukti memperbaiki kualitas tidur, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi kecemasan, manfaat yang muncul jauh sebelum angka di timbangan berubah.
Kesimpulannya, untuk penurunan berat badan, asupan makanan tetap memegang beban utama. Olahraga sebaiknya dipandang sebagai investasi kesehatan jangka panjang, bukan sekadar cek kosong untuk membakar kalori harian. Studi ini telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal Current Biology. (Earth/Z-2)
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Rudal dan drone Iran telah berulang kali menargetkan Doha, Dubai, Abu Dhabi, Manama, dan berbagai wilayah Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved