Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Obesitas bukan Sekadar Masalah Makan dan Olahraga, Begini Penjelasan Ahli

Basuki Eka Purnama
22/3/2026 11:41
Obesitas bukan Sekadar Masalah Makan dan Olahraga, Begini Penjelasan Ahli
Ilustrasi(Freepik)

OBESITAS bukan sekadar dampak dari pola makan berlebih dan kurangnya aktivitas fisik. Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes, menegaskan bahwa obesitas merupakan penyakit kronis kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor multifaktorial.

“Tapi ternyata obesitas itu sangat kompleks enggak cuma *in take output* doang. Ada banyak sekali faktor multifaktorial,” ujar Diana dalam sebuah diskusi kesehatan, dikutip Minggu (22/3).

Peran Hormon dan Sinyal Tubuh

Menurut lulusan Spesialis Gizi Klinik Universitas Indonesia ini, salah satu faktor kunci dalam obesitas adalah peran hormon. Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar. 

Pada individu dengan obesitas, sistem regulasi ini sering kali tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi inilah yang memicu seseorang tetap merasa lapar meski sebenarnya sudah makan hingga kenyang.

“Berarti ada sinyal-sinyal di dalam tubuh kita tuh enggak beres gitu, enggak cuma masalah kita atur makan terus olahraga gerak. Ada banyak faktor yang menghambat, menyebabkan kadang orang itu sudah turun, atur makan, olahraga, tapi bisa balik lagi beratnya,” jelas Diana.

Memori Sel dan Risiko Berat Badan Naik Kembali

Diana juga mengungkapkan adanya sel-sel memori dalam tubuh yang berperan dalam proses kenaikan berat badan kembali (rebound). Selain perubahan hormonal, kapasitas lambung juga turut memengaruhi intensitas rasa lapar dan keinginan untuk makan.

“Itu banyak banget yang aku sering dapat di praktik, dia udah turun tapi nanti naik lagi. Urusan hormonalnya ini yang bikin error tadi,” imbuhnya.

Solusi melalui Mindful Eating

Sebagai langkah antisipasi, Diana menekankan pentingnya menerapkan pola mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran. Pola ini membantu seseorang untuk lebih mengenali kebutuhan tubuh dan mengontrol porsi secara mandiri.

“Pentingnya mindful eating itu. Jadi mau Lebaran, Natal, ya makan aja tapi tahu porsi. Karena tahu porsi, tahu butuhnya berapa ya cukup, nggak akan kebanyakan,” pungkasnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik