Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
OBESITAS bukan sekadar dampak dari pola makan berlebih dan kurangnya aktivitas fisik. Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes, menegaskan bahwa obesitas merupakan penyakit kronis kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor multifaktorial.
“Tapi ternyata obesitas itu sangat kompleks enggak cuma *in take output* doang. Ada banyak sekali faktor multifaktorial,” ujar Diana dalam sebuah diskusi kesehatan, dikutip Minggu (22/3).
Menurut lulusan Spesialis Gizi Klinik Universitas Indonesia ini, salah satu faktor kunci dalam obesitas adalah peran hormon. Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Pada individu dengan obesitas, sistem regulasi ini sering kali tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi inilah yang memicu seseorang tetap merasa lapar meski sebenarnya sudah makan hingga kenyang.
“Berarti ada sinyal-sinyal di dalam tubuh kita tuh enggak beres gitu, enggak cuma masalah kita atur makan terus olahraga gerak. Ada banyak faktor yang menghambat, menyebabkan kadang orang itu sudah turun, atur makan, olahraga, tapi bisa balik lagi beratnya,” jelas Diana.
Diana juga mengungkapkan adanya sel-sel memori dalam tubuh yang berperan dalam proses kenaikan berat badan kembali (rebound). Selain perubahan hormonal, kapasitas lambung juga turut memengaruhi intensitas rasa lapar dan keinginan untuk makan.
“Itu banyak banget yang aku sering dapat di praktik, dia udah turun tapi nanti naik lagi. Urusan hormonalnya ini yang bikin error tadi,” imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi, Diana menekankan pentingnya menerapkan pola mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran. Pola ini membantu seseorang untuk lebih mengenali kebutuhan tubuh dan mengontrol porsi secara mandiri.
“Pentingnya mindful eating itu. Jadi mau Lebaran, Natal, ya makan aja tapi tahu porsi. Karena tahu porsi, tahu butuhnya berapa ya cukup, nggak akan kebanyakan,” pungkasnya. (Z-1)
Aturan pemberian makan anak atau feeding rules tidak hanya bicara soal apa yang dimakan, tetapi mencakup tiga pilar utama: jadwal, prosedur, dan lingkungan.
Istilah "makan terakhir" biasanya merujuk pada hidangan pamungkas yang diinginkan seseorang sebelum menutup usia.
Minat makan anak sangat dipengaruhi oleh pengalaman sensorik, termasuk variasi rasa dan aroma.
Pada fase krusial saat mengonsumsi MPASI, anak perlu diperkenalkan dengan berbagai spektrum rasa agar mereka lebih terbuka terhadap variasi pangan di kemudian hari.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Rudal dan drone Iran telah berulang kali menargetkan Doha, Dubai, Abu Dhabi, Manama, dan berbagai wilayah Arab Saudi.
Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, gejala asma justru dapat lebih terkontrol dan kualitas hidup meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved