Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Bangun Kebiasaan Sehat Sejak MPASI, Kunci Cegah Masalah Sendi di Masa Depan

Basuki Eka Purnama
29/1/2026 04:47
Bangun Kebiasaan Sehat Sejak MPASI, Kunci Cegah Masalah Sendi di Masa Depan
Ilustrasi(Freepik)

POLA makan sehat yang diperkenalkan sejak usia dini memegang peranan vital dalam membentuk kebiasaan konsumsi seseorang hingga beranjak dewasa. Hal ini ditegaskan oleh dr. Nadia Bunga Anggraini, praktisi kesehatan sekaligus anggota Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI).

Menurut Nadia, fondasi kebiasaan makan anak sebaiknya sudah mulai dibangun secara serius sejak masa pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). 

Pada fase krusial ini, anak perlu diperkenalkan dengan berbagai spektrum rasa agar mereka lebih terbuka terhadap variasi pangan di kemudian hari.

“Kalau sejak MPASI anak hanya dikenalkan makanan instan dan rasa manis, nanti saat remaja dia tidak mengenal rasa jamu atau herbal. Akhirnya pilihannya hanya makanan cepat saji,” ujar Nadia, dikutip Kamis (29/1).

Ia menjelaskan bahwa pengenalan beragam rasa, termasuk rasa pahit dan aroma rempah, dapat membantu anak menerima pangan fungsional sebagai bagian dari konsumsi sehari-hari. 

Kebiasaan mengeksplorasi rasa ini dinilai memiliki dampak jangka panjang yang signifikan terhadap kesehatan tubuh, terutama dalam menangkal ketergantungan pada makanan ultra-proses.

Tantangan Pola Makan Modern dan Aktivitas Fisik

Lebih lanjut, Nadia menyoroti fenomena pola makan modern yang cenderung praktis namun minim keberagaman nutrisi. Kemudahan akses terhadap makanan cepat saji berisiko membentuk pola makan tidak seimbang yang menetap sejak usia anak-anak.

“Kalau sejak kecil terbiasa dengan makanan instan, dampaknya akan terlihat di usia remaja dan dewasa,” kata Nadia.

Selain faktor nutrisi, Nadia juga mengingatkan pentingnya menjaga aktivitas fisik pada anak dan remaja. 

Di era digital saat ini, minimnya pergerakan akibat penggunaan gawai yang berlebihan serta kebiasaan duduk dalam durasi lama (sedentary lifestyle) berpotensi memicu obesitas. Kondisi ini secara langsung akan berdampak buruk pada kesehatan struktur tulang dan sendi.

“Kurang gerak dan kelebihan berat badan akan membebani sendi. Ini sering baru disadari ketika sudah dewasa,” jelasnya.

Sebagai penutup, ia menekankan bahwa pembiasaan pola makan sehat dan aktivitas fisik tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus konsisten sebagai bagian dari gaya hidup keluarga. 

Baginya, langkah pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan melakukan penanganan medis ketika masalah kesehatan kronis sudah terlanjur muncul. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya