Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MEREK makanan pendamping ASI dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), SUN menggelar Lomba Kreasi Lahap Makan sebaai upaya untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak Indonesia. Program tersebut terselenggara dengan menggandeng lebih dari 300 kader PKK dari enam provinsi.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang tahun dan memasuki babak final pada 4 Desember 2025 di Modena Culinaria Jakarta ini menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, kader PKK, pakar gizi, pemerintah daerah, serta keluarga muda dalam memperkuat literasi gizi. Melalui lomba ini, SUN ingin menanamkan kembali nilai penting MPASI berbahan pangan lokal sekaligus memperkenalkan penerapan 3 Metode Lahap Makan yang digagasnya, yakni makan saat lapar dan tidak mengantuk, variasi rasa dan tekstur sesuai usia, serta cara pemberian makan yang tepat.
Di banyak daerah, kader PKK menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan bagi ibu-ibu yang sedang memasuki fase MPASI. Mereka membantu memberi contoh menu, memastikan praktik pemberian makan tepat usia, hingga mendampingi para ibu yang menghadapi tantangan umum seperti Gerakan Tutup Mulut (GTM).
Robert Arifin, Kepala Divisi Nutrition and Special Foods ICBP, menegaskan bahwa tantangan terbesar ibu adalah menjaga minat makan anak tetap stabil.
“GTM masih menjadi kendala utama dalam pemberian MPASI. Melalui 3 Metode Lahap Makan, kami ingin membantu para ibu menyajikan menu bergizi seimbang sekaligus menciptakan suasana makan yang positif. Bersama kader PKK, edukasi ini bisa menjangkau lebih banyak keluarga,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Jumat (5/12).
Dalam babak final, enam kelompok terpilih dari total 114 kelompok peserta (342 kader PKK) beradu kreativitas mengolah menu MPASI untuk tiga kategori usia dalam waktu satu jam dengan bahan dasar ikan kembung dan lele sebagai mystery ingredient.
Pakar gizi Dr. Rita Ramayulis, yang menjadi juri utama, menekankan pentingnya menu sederhana namun padat gizi. Ia mengingatkan bahwa kebutuhan zat besi bayi melonjak drastis sejak usia 6 bulan, sementara ASI hanya menyediakan sekitar 3% dari kebutuhan tersebut.
“Setiap suapan harus benar-benar padat gizi. Itu sebabnya bahan lokal seperti ikan lele dan kembung penting dipadukan dengan MPASI fortifikasi tinggi zatbesi,” jelasnya.
Tak hanya para pakar, figur publik Alyssa Soebandono juga membagikan pengalamannya sebagai ibu. Menurutnya, variasi menjadi kunci agar anak tidak mudah bosan.
“Saya sering mengombinasikan bahan-bahan yang ada di rumah lalu dipadukan dengan SUN karena rasanya cocok dan gizinya lengkap. Cara ini membantu saya tetap tenang meski porsi makan anak kecil,” ungkapnya.
Salah satu finalis, Lia Yuliasri David dari Jawa Barat, menyebut kegiatan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat peran kader PKK. “Kami ingin semakin banyak ibu bisa menyajikan MPASI bergizi dengan bahan sederhana dan terjangkau,” ujarnya.
Pada penutupan acara, seluruh finalis ditetapkan sebagai Duta Lahap Makan SUN, yang akan menjalankan edukasi berkelanjutan di wilayahnya masing-masing. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan toolkit edukasi untuk memudahkan pendampingan para ibu.
Dengan komitmen pada keamanan pangan dan standar internasional, SUN berharap gerakan ini dapat memperkuat pemahaman gizi dan membantu membentuk generasi anak Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan siap menyongsong masa depan. (E-4)
Mengonsumsi beras ketan hitam memberikan banyak manfaat untuk kesehatan anak, apalagi bahan ini mudah diolah menjadi berbagai hidangan.
Cari tahu 10 makanan sehat terbaik untuk bayi usia 9 bulan yang membantu perkembangan otak, kecerdasan, dan tumbuh kembang optimal.
Tidak sedikit orangtua dengan riwayat alergi makanan kerap memiliki ketakutan bahwa anaknya juga memiliki kondisi serupa, sehingga akhirnya memantang bahan makanan anak.
Peran dominan ibu penting diterapkan terutama bagi anak yang diasuh dalam lingkup keluarga lebih besar melibatkan nenek, kakek, atau pengasuh lainnya.
Orangtua yang ingin menggunakan kaldu-kaldu tersebut di MPASI tetap bisa dilakukan, namun harus mengikuti batas penggunaan yang sesuai dengan usia anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved