Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BERAS ketan hitam termasuk salah satu jenis serelia, yang cukup mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Mengonsumsinya memberikan banyak manfaat untuk kesehatan anak, apalagi bahan ini mudah diolah menjadi berbagai hidangan.
Ketan hitam bisa dijadikan bubur, bolu kukus, puding, hingga es krim, dan aman diberikan kepada anak mulai usia satu tahun.
Meski begitu, sebagian orangtua masih enggan memberi bubur ketan hitam kepada anak. Mereka beranggapan bahwa konsumsi ketan hitam dapat membuat perut anak terasa panas, sehingga timbul larangan atau kekhawatiran untuk menyajikannya.
Maka dari itu, perlu diingat Pemberian ketan hitam sebaiknya menunggu hingga anak berusia di atas satu tahun. Karena sistem pencernaan bayi masih perlu beradaptasi, dengan makanan yang lebih mudah dicerna pada awal MPASI.
Jika diberikan terlalu dini atau berlebihan, ketan bisa memicu gangguan pencernaan. Namun, dengan porsi yang tepat setelah usia satu tahun, ketan hitam bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Serat dan antosianin dalam ketan hitam membantu melancarkan pencernaan anak dengan mencegah sembelit, diare, serta perut kembung. Keduanya bekerja dengan mengikat air di usus besar, sehingga feses lebih lunak dan bervolume, lalu merangsang saraf rektum untuk buang air besar secara teratur.
Ketan hitam dapat membantu menurunkan risiko obesitas pada anak berkat kandungan antosianin, pigmen ungu kehitaman yang juga ditemukan pada blueberry, terong, dan anggur. Senyawa ini bersifat antioksidan yang melindungi dari diabetes, obesitas, dan penyakit jantung. Selain itu, serat dalam ketan hitam berperan mengatur pelepasan insulin dan glukosa, sehingga mencegah lonjakan gula darah.
Ketan hitam kaya akan zat besi yang penting untuk pembentukan sel darah merah, sekaligus mendukung fungsi impuls saraf dalam mengatur pergerakan tubuh. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia, sehingga mengonsumsi ketan hitam dapat membantu menurunkan risiko kondisi tersebut.
Protein berperan penting dalam tumbuh kembang anak, dan ketan hitam menjadi salah satu sumber protein nabati yang baik. Kandungan ini membantu memperbaiki jaringan otot, mendukung pertumbuhan sel, serta memperkuat tulang.
Salah satu manfaat ketan hitam untuk kesehatan anak adalah memperkuat sistem imun, berkat kandungan vitamin E dan antosianinnya. Vitamin E berperan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, sementara antosianin sebagai antioksidan kuat, bahkan jumlahnya lebih tinggi dibandingkan pada blueberry.
Secara keseluruhan, ketan hitam memiliki nutrisi yang baik bagi tumbuh kembang anak. Namun, perlu dicatat untuk memberikannya sesuai usia dan kebutuhan anak, dengan begitu ketan hitam akan menjadi salah satu pilihan makanan yang bergizi. (Ahli Gizi ID/Z-10)
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved