Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan orangtua yang memiliki riwayat alergi makanan tidak perlu membatasi makanan yang dikonsumsi anak saat Makanan Pendamping ASI (MPASI).
"Belum tentu ibunya memiliki alergi, maka anaknya juga otomatis punya alergi. Siapa tahu gen-nya ikut bapaknya. Jadi intinya tidak boleh kita melakukan pemantangan hanya berdasarkan ketakutan karena itu belum tentu akan terjadi," kata Bidang Ilmiah Unit Kerja Koordinasi (UKK) Alergi Imunologi IDAI dr. Endah Citraresmi, Sp.A, Subsp.A.Im(K), dikutip Kamis (18/9).
Menurut Endah, tidak sedikit orangtua dengan riwayat alergi makanan kerap memiliki ketakutan bahwa anaknya juga memiliki kondisi serupa, sehingga akhirnya memantang bahan makanan yang dirasa menjadi penyebab alergi.
Pada akhirnya sang anak saat mencoba menjajal bahan makanan tersebut, tubuhnya malah mengalami alergi karena tidak terbiasa sejak dini memiliki toleransi terhadap bahan makanan itu.
Lebih lanjut, dia mengatakan justru pada masa pemberian MPASI, orangtua harus membiarkan anak merasakan banyak bahan pangan lewat makanannya yang dikonsumsi dari mulut sehingga di masa itu tubuh anak bisa membangun toleransi terhadap berbagai jenis makanan.
"Kita harus mengenalkan aneka rupa makanan pada saat anak mulai MPASI, istilahnya ada diversifikasi makanan. dengan kita mengenalkan berbagai jenis makanan maka kita mengenalkan anak untuk toleran terhadap makanan-makanan tersebut sehingga justru mencegah alergi makanan di kemudian hari," ujar Endah.
Apabila orangtua masih memiliki ketakutan bahwa anaknya berpotensi mengalami riwayat alergi makanan yang sama, Endah menyarankan agar orang tua dapat berkonsultasi langsung dengan dokter anak untuk memastikan kondisi kesehatan sang buah hati.
Dengan demikian, kepastian anak mengidap alergi makanan atau tidak dapat dibuktikan secara medis dan anak nantinya bisa mendapatkan pola makan serta nutrisi optimal yang disesuaikan dengan kondisi tubuhnya tersebut.
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mencatat di 2020 secara global sekitar 220 juta orang di seluruh dunia memiliki alergi makanan, hal ini juga tak terkecuali pada anak-anak yang merupakan kelompok rentan.
Dalam jurnal bertajuk Food allergy in children-the current status and the way forward, yang dirilis 2022 dijelaskan bahwa secara global 4 persen anak-anak di seluruh dunia mengalami alergi makanan. Prevalensi kasusnya terus meningkat dalam dua dekade terakhir.
Kondisi alergi makanan pada anak memberikan beberapa dampak signifikan di antaranya stres dan kecemasan, kualitas hidup yang menjadi buruk karena pembatasan pola makan, malnutrisi karena terbatasnya bahan makanan untuk dikonsumsi, dan mengancam jiwa apabila reaksi berat tidak ditangani dengan baik. (Ant/Z-1)
TB pada anak bukan sekadar batuk biasa, melainkan ancaman terhadap masa depan mereka.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Child grooming adalah proses sistematis untuk mempersiapkan anak menjadi korban pelecehan.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Platform gim imersif global, Roblox, resmi mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh penggunanya melakukan verifikasi usia untuk mengakses fitur chat.
Memandikan anak yang terkena cacar air bertujuan agar kulit tetap bersih dan sehat. Langkah ini efektif untuk mencegah timbulnya biang keringat.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Penerapan gizi seimbang memiliki dampak langsung pada kesehatan saluran cerna. Asupan yang tepat akan menjaga keseimbangan bakteri baik (mikrobiota) di dalam usus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved