Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI gizi dari Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita Siti Dharma Azizah menekankan bahwa orangtua tidak boleh asal dalam
mempersiapkan makanan pendamping ASI (MPASI) anak ketika melakukan perjalanan mudik Lebaran.
"MPASI yang disiapkan saat mudik itu tergantung dari jarak tempuh. Jika kurang dari empat jam, bisa disiapkan dari rumah dengan tetap memperhatikan gizi seimbang, mengandung karbohidrat, protein, sedikit sayur sebagai pengenalan dan dimasak dengan matang," ungkap perempuan yang menjabat sebagai Kepala Instalasi Gizi RSAB Harapan Kita itu, dikutip Selasa (1/4).
Ahli gizi yang akrab disapa Galuh itu mengatakan MPASI yang bergizi seimbang harus mengandung nasi, kentang atau umbi-umbian sebagai karbohidrat, daging ayam atau sapi dan telur sebagai protein hewani, sayuran yang mengandung mineral dan vitamin, seperti wortel.
Semuanya dapat disiapkan secara matang untuk porsi sebanyak satu atau dua kali makan. Orangtua perlu memperhatikan tekstur dan porsi yang disesuaikan dengan usia bayi. Galuh mencontohkan menu praktis yang dapat dibuat sebagai MPASI yakni membawa kentang yang sudah direbus dan telur yang sudah diorak arik serta parutan wortel yang sudah dikukus diletakkan di wadah terpisah.
Saat bayi akan makan, makanan yang sudah matang tadi tinggal dihaluskan dengan saringan saat berhenti di tempat istirahat sementara.
Puree kentang yang ditambahi dengan protein hewani dan sedikit sayur bisa dijadikan menu pilihan selanjutnya.
Selanjutnya, Galuh menyebut orangtua dapat menyimpan MPASI di wadah tertutup seperti cooler box yang ditambahkan dengan ice gel atau batu es.
Dengan suhu yang kurang dari empat derajat, makanan dapat bertahan selama lebih dari empat jam.
Setibanya di kampung halaman baru dapat dihangatkan dengan cara dikukus di atas suhu 70 derajat.
"Dengan membawa menggunakan cooler box dengan ditambah ice gel atau dry ice di dalamnya suhunya tetap terjaga. Ini bisa bertahan sampai enam jam. Jika kurang dari empat jam perjalanan, bisa dibawa di wadah tertutup dengan menggunakan termos atau wadah tahan panas," kata dia.
Bagi keluarga yang melakukan perjalanan dengan durasi lebih lama, dapat memmbekali anak dengan MPASI instan yang tinggal diseduh.
Ia menyarankan untuk memeriksa kandungan gizinya terlebih dahulu dan pilih yang lengkap, serta membawa air panas di termos dan perlengkapan makan bayi yang bersih dan tertutup, agar tidak terkontaminasi debu selama di perjalanan.
"Pastikan MPASI instan sudah mendapat izin BPOM, tentunya sudah sesuai dengan syarat kesehatan bayi. bawa juga cemilan bagi bayi selama di jalan, bisa biskuit bayi atau buah seperti alpukat, pisang yang mudah dihaluskan untuk bayi yang masih makan lumat untuk bayi usia 6 - 8 bulan," ujar Galuh.
Adapun jenis perlengkapan MPASI lain yang ia sebutkan perlu dibawa yaitu perlengkapan makan bayi, sendok, mangkok atau piring, saringan jika masih makan lumat, slow cooker atau rice cooker kecil jika ada dan dibutuhkan. (Ant/Z-1)
"Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata."
BNPB memprediksi cuaca di Indonesia didominasi hujan ringan hingga sedang dalam tiga hari ke depan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang selama mudik Lebaran.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Perawat PMI Cabang Jakarta Timur, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa pemudik yang memeriksakan diri rata-rata mengeluhkan sakit kepala hebat.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah akan dimulai pada 24 Maret 2026.
AKTIVITAS perlintasan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Nusa Tenggara Timur, mengalami lonjakan signifikan pada H-2 Idul Fitri 1447 Hijriah.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
Pendampingan orangtua selama film berlangsung sangatlah krusial untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada anak.
Menyaksikan tontonan yang tidak sesuai klasifikasi usia merupakan ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved