Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Anak Sulung Perempuan: Sosok Paling Istimewa di Mata Orangtua

Despian Nurhidayat
20/3/2026 06:56
Anak Sulung Perempuan: Sosok Paling Istimewa di Mata Orangtua
Ilustrasi(Freepik)

SEBUAH studi terbaru dari School of Family Life di Brigham Young University (BYU) mengungkap fakta menarik mengenai dinamika hubungan dalam keluarga. 

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak sulung perempuan cenderung menjadi sosok yang paling sering mendapatkan tempat istimewa atau menjadi favorit di hati orangtua dibandingkan saudara kandung lainnya.

Profesor Alex Jensen, yang memimpin studi tersebut, menjelaskan bahwa kecenderungan ini bukan sekadar asumsi. 

Data penelitian berbasis di Inggris memperkuat temuan ini dengan mencatat bahwa hampir 74% ibu dan 70% ayah mengaku secara terbuka menunjukkan sikap pilih kasih terhadap salah satu anak mereka.

Mengapa Anak Sulung Perempuan?

Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar. 

Orangtua cenderung memberikan kepercayaan lebih tinggi terkait kemandirian serta kendali atas keputusan pribadi kepada mereka.

Selain faktor urutan kelahiran, karakter individu juga memegang peranan penting. 

Anak-anak yang memiliki sifat teliti, kooperatif, dan menyenangkan lebih mudah membangun hubungan harmonis dengan orang dewasa. Hal ini memicu tingkat konflik yang lebih rendah, sehingga membuat mereka lebih disukai.

"Terkadang orangtua begitu khawatir tentang memperlakukan anak-anak mereka dengan cara yang sama, sehingga mereka mungkin mengabaikan kebutuhan individu," ujar Jensen dilansir dari Best Life.

Risiko Pilih Kasih bagi Perkembangan Anak

Meski wajar bagi orangtua untuk merasa lebih terhubung dengan salah satu anak karena kesamaan minat atau kepribadian, Jensen memperingatkan adanya risiko psikologis bagi anak yang merasa tidak menjadi favorit. 

Anak-anak yang merasa diperlakukan tidak adil cenderung mengalami gangguan kesehatan mental atau menunjukkan perilaku memberontak. Masalah ini bahkan sering kali dibawa hingga ke lingkungan luar rumah.

“Waspadalah terhadap hal-hal yang tampak tidak adil. Anak-anak akan memberi tahumu jika mereka merasa ada sesuatu yang tidak adil. Perhatikan mereka saat mereka menyatakannya,” tegas Jensen.

Solusi bagi Orangtua

Dalam menghadapi situasi ini, Jensen menyarankan agar orangtua tidak perlu merasa bersalah secara berlebihan, melainkan menjadikannya sebagai momentum evaluasi diri. 

Jika ada anak yang merasa tersisihkan, langkah terbaik adalah dengan sengaja meluangkan waktu berkualitas ( quality time) untuk melakukan aktivitas yang disukai anak tersebut.

“Hubungan membutuhkan waktu, dan waktu bersama untuk melakukan berbagai hal akan memberikan banyak manfaat positif,” terangnya.

Penelitian yang menganalisis 19.469 partisipan ini menekankan pentingnya keterbukaan orang tua terhadap kritik dari anak. 

Dengan komunikasi yang baik, orangtua dapat memperbaiki pola asuh tanpa harus bertindak ekstrem, guna memastikan setiap anak merasa dihargai sesuai kebutuhan unik mereka. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik