Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Obgyn RS Permata Depok Winda Nizarwan mengungkapkan, orangtua yang mengidap kanker serviks berisiko menularkan pada keturunan perempuan selanjutnya bahkan hingga ke cucu perempuan, sehingga upaya preventif patut dilakukan.
"Kalau garis atas kita artinya orangtua, di atas orangtua ada nenek, ada satu garis wanita yang terinfeksi kanker mulut rahim atau kanker
payudara, nenek kita, kita ngomongin perempuan maka itu secara tidak langsung hitungan turunannya diturunkan kepada anaknya yang perempuan," jelas Winda dalam webinar, dikutip Senin (10/2).
Penyakit yang disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) itu, menurutnya, dapat tetap bersarang di tubuh atau tidak dapat dihilangkan
secara sepenuhnya. Namun secara medis dapat dikendalikan melalui pengobatan yang tepat.
Dengan demikian, tindakan preventif menjadi langkah yang tepat, dan perempuan yang berisiko terjangkit dapat melakukan vaksinasi HPV untuk menurunkan potensi terjangkit kanker serviks.
"Supaya apa penurunan secara genetik bisa diperkecil. Kita nggak bisa menghilangkan 100% tapi dengan tidak melakukan vaksin maka angka timbul di kita makin besar. Maka menjadi bijaksana, pertama pap smear yang kedua vaksin," tegas Winda..
Dia menegaskan vaksin HPV terdiri dari tiga dosis. Sehingga perempuan direkomendasikan melakukan vaksinasi dengan tiga dosis penuh.
Ia juga menyarankan agar para ibu, terutama yang memiliki anak perempuan di usia 9 tahun untuk dapat turut serta pada program vaksinasi HPV secara gratis di sekolah yang dihadirkan pemerintah.
"Pemerintah memberikan vaksinasi pada anak-anak sekolah mulai 9 tahun. Maka, saya anjurkan ibu-ibu yang mempunyai anak perempuan di usia SD umur 9 tahun, ikuti . Itu sudah sebaik-baiknya langkah preventif karena apa? Aksi lebih baik daripada kita pasif," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Dampak psikologis pascabencana berpengaruh terhadap proses pemulihan sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi seperti di Sumatra.
Keberadaan petugas haji perempuan dinilai krusial untuk menghadirkan layanan terhadap kebutuhan spesifik jemaah perempuan, yang tidak selalu dapat dilakukan oleh petugas laki-laki.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved