Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Sumba Timur Geger, Seorang Perempuan Hilang Saat Mencuci di Sungai

Palce Amalo
23/2/2026 11:31
Sumba Timur Geger, Seorang Perempuan Hilang Saat Mencuci di Sungai
Pencarian korban hilang di sungai Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.(MI/Dok Tim SAR)

SEORANG perempuan bernama Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2). Hingga saat ini, upaya pencarian oleh tim SAR gabungan masih terus dilakukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kupang, Mexianus Bekabel, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kehilangan tersebut pada pukul 15.30 Wita dari Kepala Desa Mondu, Geraid.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula ketika korban pergi ke sungai pada Minggu (22/2) pagi sekitar pukul 09.00 Wita untuk mencuci pakaian. 

Sekitar 30 menit kemudian, suami korban menyusul ke lokasi untuk menjemput. Namun, setibanya di tepi sungai, sang suami tidak menemukan istrinya. Ia hanya mendapati tumpukan pakaian dan perlengkapan cuci milik korban yang tertinggal di lokasi.

Menyadari situasi tersebut, pihak keluarga bersama warga setempat segera melakukan pencarian di sekitar aliran sungai. 

Namun, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil. Laporan kemudian diteruskan ke Pos SAR Waingapu guna meminta bantuan profesional.

Tim Rescue Pos SAR Waingapu yang terdiri dari 10 personel segera diberangkatkan ke lokasi kejadian pada pukul 15.50 Wita dengan membawa peralatan SAR lengkap. 

Hingga pukul 18.40 Wita, tim SAR gabungan telah berupaya melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai serta mengerahkan alat pendeteksi bawah air, Aqua Eye. Namun, hingga hari mulai gelap, keberadaan korban belum berhasil diketahui.

Terkait kelanjutan operasi, Mexianus menyatakan bahwa pencarian akan diintensifkan kembali pada Senin (23/2).

"Operasi SAR akan dilanjutkan kembali pada Senin (23/2) pukul 07.00 Wita dengan melibatkan unsur gabungan dari Pos SAR Waingapu, BPBD Sumba Timur, Polsek Haharu, Posal Waingapu, Polair Waingapu, serta masyarakat dan keluarga korban," ujar Mexianus.

Saat ini, fokus utama tim gabungan adalah menyisir titik-titik yang dicurigai menjadi area hilangnya korban. Seluruh elemen yang terlibat diharapkan dapat bersinergi agar proses pencarian ini dapat memberikan titik terang bagi pihak keluarga. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya