Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Pertanian Jagung Sumba Timur Baru 8 Ribu Hektare, Petani Muda Dorong Optimalisasi Lahan

Laus Markus Goti
27/3/2026 17:35
Pertanian Jagung Sumba Timur Baru 8 Ribu Hektare, Petani Muda Dorong Optimalisasi Lahan
Petani jagung di Sumba Timur.(Dok. MI/Laus Markus Goti)

SEBAGAI kabupaten terluas di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan luas wilayah sekitar 7.000 kilometer persegi, potensi lahan di Kabupaten Sumba Timur belum tergarap maksimal. Dari sekitar 15.876 hektare lahan potensial jagung yang baru teridentifikasi, baru sekitar 8.000 hektare yang dimanfaatkan.

Angka tersebut menunjukkan bahwa potensi riil pengembangan pertanian jagung masih bisa lebih besar, mengingat luasan 15.876 hektare itu sendiri belum mencakup seluruh potensi lahan yang ada.

Kondisi ini dinilai kontras dengan persoalan kemiskinan dan pengangguran yang hingga kini masih menjadi isu klasik di Sumba Timur, di tengah keterbatasan lapangan kerja formal dan belum optimalnya sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Timur menunjukkan produktivitas jagung rata-rata berkisar 4 ton per hektare, yang dinilai belum sebanding dengan kebutuhan daerah, baik untuk konsumsi maupun pakan ternak, terlebih dengan adanya pembangunan tambak udang berskala besar.

"Kalau melihat luas lahan potensial yang ada untuk ditanami jagung itu belum sampai lima puluh persen lah ditanami jagung," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Timur, Nicolas Pandarangga, saat diwawancarai MetroTVNews.com di ruang kerjanya, Rabu, 25 Maret 2026.

Nicolas menyebut pengembangan jagung masih menghadapi kendala keterbatasan ruang fiskal daerah serta rendahnya minat masyarakat, khususnya generasi muda yang cenderung memilih sektor formal.

Di tengah kondisi tersebut, Marten, warga Desa Kuta, Kecamatan Kanatang, memilih menekuni budidaya jagung selama tiga tahun terakhir meski berlatar belakang sarjana informatika dan belajar secara otodidak.

"Lahan saya hampir satu hektare. Hasilnya lumayan bisa bantu ekonomi keluarga dan menabung dan buka usaha lain seperti ternak ayam bebek. Saya melihat jagung ini sebenarnya punya potensi bagus tapi butuh perhatian serius dari pemerintah sampai ke tingkat desa," ujarnya.

Ia menilai masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal dan mendorong pemerintah untuk mengolah lahan tidur menjadi lahan produktif, mengingat pengembangan jagung di Sumba Timur masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan.

KETERANGAN FOTO : Marten seorang petani jagung di Desa Kuta, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, NTT, Jumat, 27 Maret 2026. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya