Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA hening menyelimuti Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada perayaan Jumat Agung, 3 April 2026. Dalam bingkai program Silentium Magnum atau Jumat Hening, ribuan umat Katolik berjalan kaki hingga 2 kilometer menuju gereja untuk mengikuti Misa Jumat Agung, sebuah peristiwa iman yang tidak hanya sarat makna religius, tetapi juga refleksi ekologis.
Langkah-langkah kaki umat yang menyusuri jalanan kota menjadi simbol penghayatan atas sengsara Kristus. Dalam tradisi iman Katolik, Jumat Agung mengenang perjalanan penderitaan Yesus menuju Golgota, sebuah jalan salib yang kini dimaknai ulang secara kontekstual oleh umat di Labuan Bajo melalui kesediaan berjalan kaki, meninggalkan kenyamanan kendaraan bermotor, dan memasuki ruang hening serta permenungan.
Pelaksanaan Jumat Agung tahun ini kembali diwarnai kebijakan pembatasan kendaraan bermotor melalui program Silentium Magnum, yang untuk kedua kalinya diterapkan di wilayah tersebut. Pemerintah daerah mengatur aktivitas masyarakat dalam dua sesi waktu, yakni pukul 06.00–11.00 WITA dan 14.00–18.00 WITA, dengan imbauan kuat untuk mengurangi mobilitas, menekan kebisingan, serta mengutamakan berjalan kaki.
Di tengah kebijakan tersebut, pemandangan umat berjalan kaki menuju gereja menjadi gambaran nyata perubahan pola hidup, meski hanya dalam satu hari. Jalan-jalan yang biasanya padat kendaraan berubah menjadi ruang kontemplatif, di mana umat melangkah dalam keheningan, seakan menyatu dengan makna pengorbanan yang dikenang dalam liturgi Jumat Agung.
Misa Jumat Agung di Katedral Roh Kudus Labuan Bajo dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pukul 11.00 WITA dan pukul 15.00 WITA. Pengaturan ini dilakukan untuk mengakomodasi jumlah umat yang besar, sekaligus menjaga kekhusyukan perayaan yang menjadi inti dari refleksi iman umat Katolik.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan kebijakan pembatasan kendaraan tidak semata-mata untuk kepentingan teknis ibadah, tetapi juga sebagai langkah strategis membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.
“Langkah ini bukan hanya soal pengaturan ibadah, tetapi juga bagian dari gerakan bersama untuk menekan polusi dan menjaga lingkungan hidup. Kita ingin membangun kebiasaan baik, dimulai dari hal-hal kecil, demi masa depan yang lebih baik bagi kita dan generasi mendatang,” tegasnya, Jumat (3/4).
Ia menjelaskan, pengaturan waktu aktivitas masyarakat, termasuk jeda pada pukul 12.00–14.00 WITA, juga mempertimbangkan kebutuhan umat Muslim yang melaksanakan salat Jumat. Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga penghormatan terhadap keberagaman dan praktik keagamaan yang hidup berdampingan di Manggarai Barat.
Menurutnya, semangat utama dari program ini adalah mengajak masyarakat mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor, termasuk dengan berjalan kaki ke tempat ibadah sebagai bentuk kontribusi sederhana namun berdampak terhadap pengurangan emisi.
“Ini adalah gerakan bersama. Kita ingin masyarakat mulai membiasakan diri berjalan kaki, mengurangi kendaraan, dan ikut menjaga kualitas lingkungan. Kalau dimulai sekarang, dampaknya akan kita rasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Jumat Agung di Labuan Bajo tahun ini tidak hanya menjadi perayaan liturgis, tetapi juga ruang perjumpaan antara iman, kesadaran ekologis, dan solidaritas sosial. Dari langkah-langkah kaki yang menempuh jarak hingga dua kilometer, tersirat pesan kuat: pengorbanan, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap bumi dapat dimulai dari tindakan kecil—bahkan dari perjalanan menuju altar. (H-3)
PEMERINTAH Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyoroti ketimpangan serius dalam sebaran kunjungan wisatawan di destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo.
PERSIDANGAN kasus tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah mengungkap fakta-fakta baru. Salah satu korban selamat, Andrea Ortuno, memberikan kesaksian penting.
RENCANA pembatasan kunjungan wisata ke Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 1.000 orang per hari yang akan diberlakukan mulai April 2026 memicu beragam tanggapan
Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, mengatakan kamar dalam kondisi rapi dan tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan maupun perlawanan.
Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Labuan Bajo terus memperkuat upaya pengelolaan sampah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus kualitas hidup masyarakat.
PEMERINTAH Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyoroti ketimpangan serius dalam sebaran kunjungan wisatawan di destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo.
PULUHAN ekor paus pilot, Senin (9/3) lalu yang ditemukan terdampar di pesisir Pantai Mbadokai, Desa Deranitan dan Desa Fuafuni, Rote Barat Daya, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
WAKIL Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meninjau Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Landu Leko.
SEBAGAI kabupaten terluas di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan luas wilayah sekitar 7.000 kilometer persegi, potensi lahan di Kabupaten Sumba Timur belum tergarap maksimal.
Proyek Jalan Inpres Mauponggo-Ngera-Pu’uwada di Nagekeo senilai Rp18 miliar diserahterimakan (PHO) meski rusak. Simak fakta lapangan dan analisis ahli.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved