Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Progres Sentra Industri Garam Nasional di Rote capai 92 Persen, Target Rampung Juni

Palce Amalo
28/3/2026 20:26
Progres Sentra Industri Garam Nasional di Rote capai 92 Persen, Target Rampung Juni
Pemantauan pembangunan Sentra Industri Garam Nasional di NTT.(Dok. MI)

WAKIL Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meninjau Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (28/3). 

Kunjungan tersebut dilakukan seusai menghadiri kegiatan pengembangan ekonomi desa dan peninjauan jalan di Rote Ndao, sekaligus merupakan peninjauan kedua yang ke lokasi proyek tersebut. 

Rombongan disambut pihak pelaksana proyek, di antaranya Project Manager Nindya Karya Erwan Fatrianstah, Tenaga Ahli/Konsultan Agrinas Pangan Nusantara Ikhwan Samsyuddin, Koordinator Tim Leader Pepi, serta Wakil Tim Leader Imanuel Ferdinand Manu.

Menurut Erwan Fatrianstah, progres pembangunan K-SIGN saat ini telah mencapai 92 persen. Sebagian besar pekerjaan tanggul telah selesai dan memasuki tahap akhir atau finishing. Pembangunan fasilitas kantor juga dilaporkan hampir rampung.

Sementara pekerjaan yang cukup menantang berada pada tahap kristalisasi, khususnya pembangunan meja kristal. 

Meski demikian, masih terdapat beberapa titik lahan yang bermasalah. Dia berharap adanya dukungan pemerintah daerah untuk membantu penyelesaian kendala tersebut secara bersama-sama. Proyek tahap pertama ini ditargetkan rampung pada Juni 2026.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasi atas capaian progres pembangunan yang telah mencapai 92 persen, meskipun masih terdapat sejumlah kendala.

“Hal ini menunjukkan progres pembangunan sudah mencapai 92 persen walaupun masih ada beberapa masalah terutama kepemilikan tanah. Pemerintah akan ikut intervensi baik dari pemkab maupun pemprov,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran K-SIGN akan memberikan dampak besar bagi daerah, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja.

“Dengan adanya K-SIGN maka akan menyerap tenaga kerja 26.000 dan targetnya 80%-90% masyarakat lokal (masyarakat NTT). Bahkan selama ini kita impor garam diharapkan kita menjadi mandiri,” katanya.

Lebih lanjut, Wagub berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target sehingga proyek ini segera beroperasi. “Semoga semua pekerjaan selesai tepat waktu sesuai timeline dan bisa beroperasi serta banyak tenaga kerja yang bisa terserap. Kita di NTT tingkat pengangguran cukup tinggi kurang lebih 125 ribuan sehingga dengan adanya PSN sangat membantu penyerapan tenaga kerja,” tambahnya.

Johni juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek ini. “Saya mewakili pemerintah daerah berterima kasih kepada Pemerintah Pusat, Kementerian KKP dan rekan-rekan yang bekerja keras untuk menyelesaikan proyek ini. Dimanapun pekerjaan apalagi proyek besar pasti ada kendala, tetapi jika bersama-sama dan berkolaborasi maka bisa diselesaikan secepatnya,” ujarnya. 

Selain itu, Johni bersama rombongan turut meninjau gudang penampungan garam serta proyek pembangunan pompa air laut yang menjadi bagian dari pengembangan K-SIGN. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya