Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Amazon Girls’ Tech Day Dorong Talenta Digital Perempuan Sejak Usia Dini

Despian Nurhidayat
14/2/2026 15:02
Amazon Girls’ Tech Day Dorong Talenta Digital Perempuan Sejak Usia Dini
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menghadiri Amazon Girls’ Tech Day.(Kemenkomdigi)

Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menggelar program Amazon Girls’ Tech Day untuk menginspirasi dan mempersiapkan generasi perempuan menghadapi masa depan di bidang teknologi. Memasuki tahun keempat, program ini melibatkan lebih dari 400 siswi dari 10 sekolah di Karawang dan Bekasi dalam kegiatan yang berlangsung pada 7 Februari 2026.

Untuk pertama kalinya di Indonesia, kegiatan ini diperluas dengan melibatkan peserta dari jenjang SD hingga SMA. Langkah ini dilakukan untuk menumbuhkan minat dan kesiapan talenta perempuan sejak dini di tengah pesatnya perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Program ini menghadirkan sesi inspiratif dari sejumlah pemimpin perempuan di bidang teknologi, seperti Riris Marpaung dan Cecilia Astrid Maharani, serta lokakarya mengenai AI, robotika, gaming, dan coding.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengapresiasi kolaborasi antara Amazon dan PJI dalam mendorong partisipasi perempuan di sektor teknologi. Ia menyebut pemerintah menargetkan pembangunan hingga 12 juta talenta digital pada 2030, dan keterlibatan perempuan menjadi kunci dalam pencapaian target tersebut.

Program ini dinilai relevan di tengah transformasi dunia kerja akibat perkembangan AI. Data dari AWS dan Strand Partners menunjukkan sekitar 28% pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi AI, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 47% pada 2025. Namun, masih terdapat kesenjangan keterampilan digital pada 57% bisnis di Indonesia.

Indonesia Regional Manager of Data Center Operations AWS, Winu Adiarto, mengatakan program ini dirancang untuk membangun minat sekaligus rasa percaya diri anak perempuan dalam bidang teknologi sejak usia sekolah. Para peserta mengikuti berbagai workshop sesuai jenjang usia, mulai dari pengenalan AI dan coding dasar hingga pengembangan game dan robotika. Pendekatan berbasis proyek ini bertujuan membantu peserta memahami teknologi sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kerja sama tim.

Direktur Eksekutif PJI, Utami Anita Herawati, menilai intervensi sejak usia sekolah penting untuk mengurangi kesenjangan gender di sektor teknologi yang selama ini kerap dipandang sebagai ranah laki-laki. Ia berharap pengalaman langsung dalam program ini dapat meningkatkan minat, kepercayaan diri, serta aspirasi karier anak perempuan di bidang teknologi.

Buka Peluang Karier Masa Depan

VP Data & AI di Mekari, Cecilia Astrid Maharani, menyoroti bahwa saat ini kurang dari 5 persen perempuan memilih karier di bidang teknologi.

Sementara itu, Riris Marpaung menekankan bahwa sektor gaming dan teknologi kini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang pengembangan keterampilan seperti komunikasi, empati, dan kepemimpinan. Melalui kolaborasi antara industri dan dunia pendidikan, Amazon menargetkan dapat menjangkau lebih dari satu juta anak perempuan secara global hingga tahun 2030. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya