Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk merealisasikan sejumlah kebijakan dan langkah afirmasi yang ada, dalam upaya meningkatkan peran aktif perempuan di politik.
"Diperlukan upaya kolektif semua pihak, seperti perempuan support perempuan, untuk membangun kekuatan mewujudkan peningkatan peran aktif perempuan di bidang politik," kata Lestari Moerdijat pada acara Bedah Buku Politik Teknokratis Kemenangan Melampaui Interseksionalitas dalam Pemilu, yang digelar di Auditorium FIMENA, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Fisip Undip), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/2).
Menurut Lestari, saat ini sudah mulai terlihat harapan bagi perempuan untuk terjun ke politik, antara lain perempuan mulai masuk parlemen dan ada sejumlah kebijakan afirmasi yang mendukung perempuan dalam sektor politik.
Namun, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, sejumlah langkah itu belum cukup untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
Menurut Rerie, sejumlah stigma yang melemahkan perempuan masih berkembang di sejumlah daerah, seperti antara lain perempuan dinilai lebih emosional dan tidak rasional, serta dianggap pengganggu stabilitas.
Sehingga, jelas Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, dengan sejumlah kebijakan afirmasi yang ada saat ini, keterpilihan perempuan sebagai anggota legislatif pun masih terbilang rendah.
Rerie mencontohkan, jumlah anggota DPR RI perempuan dari daerah pemilihan Jawa Tengah pada Pemilu 2024 hanya berjumlah 16 orang (20,7%) dari 77 anggota yang terpilih.
Capaian itu, tambah dia, masih jauh dari harapan 30% keterwakilan perempuan di parlemen.
Kenyataan tersebut, tegas Rerie, memperlihatkan bahwa upaya meningkatkan peran perempuan di bidang politik berhadapan pada situasi yang tidak mudah.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, berharap, berbagai pengalaman yang dituliskan pada Buku Politik Teknokratis Kemenangan Melampaui Interseksionalitas dalam Pemilu ini, bisa menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat luas dalam memperjuangkan peningkatan keterwakilan perempuan di bidang politik.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
HAMPIR dipastikan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu atau UU Omnibuslaw Politik akan disahkan pada 2026 ini mengingat tahapan Pemilu 2029 harus sudah dimulai menjelang akhir 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
PENELITI Gender dari Pusat Riset Politik BRIN Kurniawati Hastuti Dewi mengatakan, tindakan khusus sementara diperlukan untuk memperkuat keterwakilan perempuan di politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved