Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA usia 9 bulan, bayi mulai aktif. Makanan yang diberikan pun sudah mengalami perubahan. Saat 6 bulan, makanan pendamping ASI (MPASI) diberikan ke bayi dalam bentuk lembut. Pada usia 9 bulan makanan mulai sedikit kasar.
Pemilihan makanan yang tepat, bisa membantu pertumbuhan otak dan perkembangan sarafnya. Pilihan makanan sehat juga mendukung kecerdasan bayi dan memenuhi kebutuhan nutrisinya di setiap hari.
Berikut 10 makanan yang bisa diberikan untuk meningkatkan kecerdasan dan pertumbuhan otak bayi.
Daging dan ikan mengandung DHA (docosahexaenoic acid) dan ARA (arachidonic acid) yang penting untuk jaringan saraf dan retina mata. Salmon, lele, sarden, dan kembung bisa menjadi pilihan sehat dalam makanan bayi.
Kuning telur mengandung kolin yang mendukung perkembangan saraf dan otak. Protein dan kolin dalam telur membantu pembentukan sel dan jaringan otak.
Sayuran hijau mengandung zat besi dan folat yang meningkatkan kemampuan belajar dan ingatan. Asupan folat cukup terbukti meningkatkan kemampuan kognitif anak secara keseluruhan.
Protein nabati dari tahu dan tempe membantu pembentukan sel otak dan jaringan ikat. Kedua makanan ini bisa menjadi sumber protein alternatif untuk bayi yang belum bisa makan daging.
Hati sapi maupun ayam tinggi zat besi yang mendukung produksi darah dan fungsi otak. Asupan zat besi cukup mencegah masalah kognitif dan perkembangan otak bayi.
Salmon tinggi vitamin D yang mendukung pertumbuhan tulang dan perkembangan otak bayi. Vitamin D juga bisa diperoleh dari minyak ikan, susu formula fortifikasi, dan sinar matahari.
Udang, lobster, dan rumput laut mengandung yodium yang penting untuk hormon tiroid. Hormon ini berperan dalam perkembangan saraf dan kecerdasan bayi sejak dalam kandungan.
Yoghurt mengandung kalsium dan nutrisi penting seperti protein, zinc, kolin, serta yodium. Yodium berperan dalam produksi hormon tiroid yang mendukung perkembangan otak dan fungsi saraf bayi. Pilihlah yoghurt tanpa pemanis buatan agar aman dan sehat untuk si kecil.
Gandum mengandung karbohidrat dan serat yang membantu menjaga kadar glukosa untuk energi dan fungsi otak bayi. Vitamin B dalam gandum juga membantu membentuk neurotransmiter serta meningkatkan kemampuan ingatan dan pendengaran kognitif.
Kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, dan kacang tanah mengandung folat yang mendukung perkembangan otak, saraf, serta kemampuan kognitif bayi.
Memberikan variasi makanan bergizi setiap hari sangat penting untuk mendukung perkembangan otak bayi. Mulai sekarang, pilih makanan yang tepat agar si kecil bisa tumbuh sehat, cerdas, dan aktif. (hellosehat/Z-2)
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita.
Banyak yang mengira masa remaja adalah fase pertumbuhan tercepat manusia. Ternyata, bayi tumbuh jauh lebih pesat.
Karakteristik rambut seseorang, baik pada bayi maupun orang dewasa, ditentukan oleh faktor internal dan eksternal yang jauh lebih kompleks daripada sekadar dicukur.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Jakarta menegaskan bahwa mencukur rambut bayi tidak berkaitan dengan pertumbuhan rambut yang lebih lebat.
Pemberian ASI dan susu formula mungkin hal yang kelihatannya sepele. Namun kita harus menjamin kebutuhan ibu yang memiliki bayi dalam situasi bencana.
MEREK makanan pendamping ASI dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), SUN menggelar Lomba Kreasi Lahap Makan sebaai upaya untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak Indonesia.
Mengonsumsi beras ketan hitam memberikan banyak manfaat untuk kesehatan anak, apalagi bahan ini mudah diolah menjadi berbagai hidangan.
Tidak sedikit orangtua dengan riwayat alergi makanan kerap memiliki ketakutan bahwa anaknya juga memiliki kondisi serupa, sehingga akhirnya memantang bahan makanan anak.
Peran dominan ibu penting diterapkan terutama bagi anak yang diasuh dalam lingkup keluarga lebih besar melibatkan nenek, kakek, atau pengasuh lainnya.
Orangtua yang ingin menggunakan kaldu-kaldu tersebut di MPASI tetap bisa dilakukan, namun harus mengikuti batas penggunaan yang sesuai dengan usia anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved