Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Terlalu Sering Video Call Bisa Ganggu Perkembangan Bayi, Ini Penjelasannya!

Intan Safitri
24/2/2026 20:25
Terlalu Sering Video Call Bisa Ganggu Perkembangan Bayi, Ini Penjelasannya!
Dampak negatif dari video call bayi di bawah 2 tahun.(Freepik)

DI tengah tren keluarga jarak jauh dan tingginya mobilitas kerja, video call menjadi solusi utama. Banyak orang tua menganggapnya cara aman agar bayi tetap terhubung dengan orang terkasih yang tinggal jauh.

Namun, apakah video call benar-benar aman, atau justru membuka pintu paparan gadget yang terlalu dini?

Dalam seminar yang digelar oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dokter Subspesialis Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Farid Agung Rahmadi, menjelaskan mengenai batasan screen time pada anak.

"Anak di bawah satu tahun sebaiknya tidak terpapar screen time, termasuk video call," tegas dr. Farid.

Video Call Boleh, tapi dengan Batasan

Namun, dalam kenyataannya, tidak semua keluarga bisa dengan mudah mengikuti aturan ini. Banyak keluarga yang menjalani long distance marriage (LDM), sehingga video call menjadi satu-satunya cara agar anak tetap bisa berinteraksi dengan orang tuanya.

Menurut Farid, pada anak di bawah dua tahun, video call masih bisa diterima, namun dengan sangat terbatas, idealnya hanya dengan keluarga inti.

"Durasi video call untuk anak di bawah dua tahun tidak lebih dari satu jam. Namun, sepuluh hingga lima belas menit sudah cukup untuk interaksi yang berarti," jelasnya. Video call, menurutnya, bukan kegiatan rutin berjam-jam, melainkan pengganti sementara untuk interaksi langsung.

Risiko Sebagai Gerbang Paparan Gadget

Masalahnya tidak hanya terletak pada durasi. Farid mengingatkan bahwa video call bisa menjadi pintu gerbang penggunaan gadget yang lebih lanjut.

"Untuk anak di bawah satu tahun, video call justru bisa membuka jalan bagi penggunaan gadget yang lebih intens," jelasnya.

Ketika bayi terbiasa dengan layar, batasan mulai menjadi lebih kabur. Video call bisa berlanjut ke tontonan hiburan, durasi yang semakin lama, bahkan menjadi rutinitas harian.

Pada masa golden period, terutama seribu hari pertama kehidupan, perkembangan otak anak sangat pesat. Paparan layar yang berlebihan dapat mengurangi stimulasi langsung dari lingkungan nyata, yang sangat dibutuhkan bayi.

Peran Orang Tua: Pengawasan Utama

IDAI menegaskan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membatasi dan mengawasi penggunaan gadget oleh anak. Video call, jika dilakukan, sebaiknya bersifat interaktif dan bermakna, bukan sekadar bayi menatap layar.

Farid menegaskan bahwa orang tua harus tetap memegang kendali penuh dalam penggunaan gadget pada anak. "Peran orang tua sangat vital untuk mencegah dampak buruk dari screen time," ujarnya.

Pada akhirnya, video call bukanlah kegiatan yang harus dihindari sepenuhnya. Namun, tanpa pengawasan dan pembatasan yang tepat, kebiasaan ini dapat berkembang menjadi paparan layar yang semakin intensif dan sulit untuk dikendalikan. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya