Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Otak Ibu Hamil Berubah, Tapi Justru Bikin Lebih Siap Mengasuh Bayi

Intan Safitri
03/4/2026 21:59
Otak Ibu Hamil Berubah, Tapi Justru Bikin Lebih Siap Mengasuh Bayi
ilustrasi.(Freepik.)

PERUBAHAN pada tubuh ibu hamil sering jadi perhatian, mulai dari fisik sampai hormon. Tapi yang jarang disadari, otak juga ikut mengalami transformasi besar. Menariknya, perubahan ini bukan tanda penurunan kemampuan, melainkan proses adaptasi biologis agar ibu lebih siap merawat bayi yang akan lahir.

Otak Diremodel Selama Kehamilan

Studi dari lembaga riset National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa struktur otak perempuan mengalami perubahan signifikan selama kehamilan.

Peneliti menemukan adanya penurunan volume materi abu-abu (gray matter) di beberapa area otak. Sekilas, ini terdengar seperti hal negatif. Hal ini menjadi bagian dari proses penyempurnaan jaringan atau brain remodeling.

Di sisi lain, kualitas koneksi antar sel otak justru meningkat. Artinya, otak bekerja lebih efisien dengan memangkas koneksi yang tidak terlalu penting dan memperkuat jalur yang dibutuhkan.

Lebih Peka terhadap Bayi

Perubahan ini terjadi terutama di area otak yang berhubungan dengan empati, pemahaman sosial, dan kemampuan membaca emosi. Fungsi-fungsi ini sangat penting dalam proses pengasuhan bayi.

Hasilnya, ibu menjadi lebih responsif terhadap sinyal bayi, seperti tangisan atau ekspresi wajah. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa perubahan ini berkaitan langsung dengan meningkatnya keterikatan emosional antara ibu dan anak.

Dengan kata lain, otak sedang menyetel ulang prioritas agar fokus pada kebutuhan bayi.

Sistem Otak Diarahkan ke Mode Caregiving

Dalam studi neuroscience tentang maternal brain, kehamilan memicu neuroplasticity, yaitu kemampuan otak untuk berubah dan beradaptasi.

Perubahan ini memengaruhi jaringan yang mengatur perilaku merawat, respons emosional terhadap bayi, sistem reward atau rasa senang saat mengasuh.

Inilah yang membuat interaksi dengan bayi terasa lebih bermakna secara emosional. Otak secara biologis mendorong ibu untuk terlibat aktif dalam pengasuhan.

Efeknya Bisa Bertahan Lama

Yang menarik, perubahan ini tidak langsung hilang setelah melahirkan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa struktur otak yang telah beradaptasi ini bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Bahkan, efeknya masih terlihat hingga beberapa tahun setelah persalinan dan tetap berkaitan dengan kualitas hubungan ibu dan anak.

Bukan Mom Brain, Tapi Adaptasi Cerdas

Istilah mom brain sering digunakan untuk menggambarkan ibu hamil yang mudah lupa atau kurang fokus. Namun, sains melihatnya dari sudut berbeda.

Perubahan pada otak bukan berarti fungsi menurun, melainkan sedang dialihkan ke hal yang lebih relevan. Fokus utama otak bergeser ke kemampuan merawat, memahami, dan merespons bayi. Hal ini menjadi strategi biologis agar ibu bisa menjalankan peran barunya dengan lebih optimal. (National Institutes of Health/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya