Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Bayi Pertama di Inggris yang Lahir dari Transplantasi Rahim Donor Jenazah

Thalatie K Yani
24/2/2026 10:00
Bayi Pertama di Inggris yang Lahir dari Transplantasi Rahim Donor Jenazah
Grace Bell mencetak sejarah di Inggris dengan melahirkan Hugo melalui transplantasi rahim dari donor yang sudah meninggal.(BBC)

DUNIA medis Inggris mencatatkan sejarah baru. Seorang bayi laki-laki bernama Hugo menjadi anak pertama di negara tersebut yang lahir dari ibu yang menjalani transplantasi rahim menggunakan organ dari donor yang sudah meninggal dunia.

Sang ibu, Grace Bell, yang terlahir tanpa rahim akibat kondisi langka, menyebut putranya sebagai "sebuah keajaiban nyata". Hugo lahir menjelang Natal 2025 di Rumah Sakit Queen Charlotte's and Chelsea, London Barat, dengan berat hampir 3,2 kilogram.

Hadiah Terbesar

Grace merupakan satu dari sekitar 5.000 perempuan di Inggris yang mengidap sindrom MRKH (Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser). Di usia 16 tahun, ia divonis tidak akan pernah bisa mengandung anaknya sendiri. Harapannya kembali muncul saat ia terpilih menjadi bagian dari uji klinis transplantasi rahim.

"Saya memikirkan donor saya dan keluarganya setiap hari. Saya berdoa mereka menemukan kedamaian dengan mengetahui putri mereka memberi saya hadiah terbesar: hadiah kehidupan," ujar Grace. "Sebagian dari dirinya akan hidup selamanya."

Perjalanan Medis yang Panjang

Operasi transplantasi rahim Grace berlangsung selama 10 jam di Churchill Hospital, Oxford, pada Juni 2024. Beberapa bulan kemudian, Grace dan pasangannya, Steve Powell, menjalani program IVF (bayi tabung) di London untuk menanamkan embrio ke rahim hasil transplantasi tersebut.

Saat Hugo lahir, Grace mengaku merasa seperti berada di dalam mimpi.

"Saya ingat bangun di pagi hari dan melihat wajah kecilnya... Rasanya seperti saya perlu bangun dari sebuah mimpi. Itu sungguh luar biasa," kenangnya.

Harapan Baru bagi Ribuan Perempuan

Profesor Richard Smith, konsultan ginekologi yang memimpin tim medis, menyebut momen ini sebagai titik balik bagi perempuan yang didiagnosis tanpa rahim. Sebagai bentuk penghormatan, Grace dan Steve menyematkan nama "Richard" sebagai nama tengah putra mereka.

Ahli bedah transplantasi, Isabel Quiroga, menambahkan prosedur ini merupakan terobosan besar di Inggris. "Uji coba kami berupaya menemukan apakah prosedur ini bisa menjadi pengobatan resmi dan rutin bagi perempuan usia subur yang tidak memiliki rahim yang layak," jelasnya.

Prosedur ini memiliki keunikan tersendiri. Tidak seperti transplantasi jantung atau ginjal, rahim yang ditransplantasikan akan diangkat kembali setelah Grace selesai dengan rencana persalinannya (maksimal dua kali). Langkah ini diambil agar Grace tidak perlu mengonsumsi obat penekan sistem imun seumur hidup yang memiliki efek samping kuat.

Keluarga donor yang memilih anonim menyatakan rasa bangga mereka atas warisan yang ditinggalkan putri mereka. Selain rahim, sang donor juga menyumbangkan lima organ lain yang telah menyelamatkan empat nyawa lainnya. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya