Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Wabah Penyakit 'Penyerang Otak' Mengguncang Inggris, Ini Risiko Penyebarannya

Nadhira Izzati A
23/3/2026 15:35
Wabah Penyakit 'Penyerang Otak' Mengguncang Inggris, Ini Risiko Penyebarannya
Para mahasiswa mengantre untuk menerima antibiotik di kampus University of Kent di Canterbury setelah terjadi wabah Meningitis B di daerah tersebut.(Gareth Fuller/PA Media)

OTORITAS kesehatan Inggris saat ini tengah bersiaga penuh menghadapi lonjakan kasus penyakit meningokokus (MenB) yang berpusat di wilayah Kent. Penyakit ini merupakan infeksi serius namun jarang terjadi yang disebabkan oleh bakteri meningokokus, yang dapat memicu meningitis, peradangan pada lapisan pelindung otak dan saraf tulang belakang, serta sepsis atau keracunan darah. 

Wabah ini menarik perhatian dunia karena kecepatannya yang tidak biasa. Di mana setidaknya 29 kasus sedang diselidiki dengan dua laporan kematian yang telah dikonfirmasi.

Awal Mula Wabah Tersebar

Penyelidikan awal menunjukkan pusat penyebaran wabah ini diduga berasal dari sebuah kelab malam bernama Club Chemistry di Canterbury. Setidaknya 10 dari kasus yang dikonfirmasi sempat mengunjungi tempat tersebut antara tanggal 5-7 Maret. 

Susan Hopkins, Kepala Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), memberikan gambaran mengenai skala situasi ini dengan menyatakan, "Ini adalah jumlah kasus terbanyak yang pernah saya lihat dalam satu akhir pekan dengan jenis infeksi seperti ini." Ia menambahkan, "Ini terlihat seperti peristiwa superspreader (penyebar super), dengan penyebaran yang terus berlangsung di dalam asrama-asrama universitas."

Sebagian besar mereka yang terdampak adalah mahasiswa Universitas Kent, namun kasus juga telah terdeteksi di empat sekolah di Kent serta satu institusi pendidikan tinggi di London. Bahkan, otoritas kesehatan Prancis sempat memberikan laporan mengenai satu kasus warga mereka yang jatuh sakit setelah berkunjung ke universitas tersebut. 

Menteri Kesehatan Wes Streeting menyebut wabah ini sebagai sesuatu yang "belum pernah terjadi sebelumnya." akibat eskalasi dalam waktu singkat.

Cara Penularan dan Langkah Pencegahan Medis

Meskipun dampaknya sangat mematikan, para ahli menekankan bakteri MenB tidak semudah virus flu atau covid-19 dalam menular. Infeksi ini membutuhkan kontak dekat dan berkepanjangan untuk berpindah dari satu orang ke orang lain, seperti tinggal dalam satu rumah yang sama, berciuman, atau berbagi minuman dan alat hisap vape.
 
Sebagai respons cepat, pemerintah Inggris telah meluncurkan program vaksinasi target di Universitas Kent dengan menyediakan 5.000 dosis vaksin bagi mahasiswa di kampus. 

Selain itu, antibiotik profilaksis ditawarkan secara luas kepada kontak dekat pasien, mahasiswa di asrama tertentu, serta siapa saja yang berada di Club Chemistry pada periode risiko. Penggunaan antibiotik dosis tunggal dianggap sangat efektif untuk mencegah penularan lebih lanjut dalam 90% kasus.

Risiko Penyebaran ke Wilayah Lain

Mengenai kekhawatiran apakah wabah ini akan menyebar ke wilayah lain atau bahkan ke luar negeri, otoritas kesehatan Inggris menyatakan bahwa hingga saat ini seluruh kasus yang teridentifikasi masih memiliki keterkaitan dengan wilayah Kent. Risiko bagi masyarakat umum di luar kelompok kontak dekat dinilai tetap sangat rendah. 

Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap gejala awal yang sering kali menyerupai penyakit lain. Pemerintah juga menegaskan peningkatan permintaan vaksin secara mandiri oleh publik saat ini belum diperlukan bagi warga di luar zona terdampak, selama mereka tetap memastikan status vaksinasi rutin tetap mutakhir.

Mengenali Gejala Meningitis Meningokokus

Hal terpenting yang dapat dilakukan adalah mengetahui gejalanya dan bertindak cepat. Berikut adalah tanda-tanda meningitis meningokokus yang perlu diwaspadai:

  • Munculnya ruam yang tidak hilang saat ditekan dengan gelas.
  • Demam tinggi yang tiba-tiba dan sakit kepala parah yang semakin memburuk.
  • Leher kaku dan rasa kantuk yang ekstrem atau kesulitan bangun tidur.
  • Sensitif terhadap cahaya terang (fotofobia).
  • Nyeri sendi dan otot, serta tangan dan kaki yang terasa sangat dingin.
  • Pada kondisi berat, dapat terjadi kejang, kebingungan, atau delirium.

(Science Alert/GOV.UK/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya