Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
ORANGTUA sering kali menganggap pemberian susu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang sulit makan. Namun, persepsi ini diluruskan oleh ahli gizi dari Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia (Isna), Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes. Ia mengingatkan bahwa susu tidak boleh diposisikan sebagai pengganti makanan utama bagi anak.
Rita menjelaskan bahwa susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan. Peran utamanya adalah melengkapi, bukan menggantikan nutrisi dari makanan padat.
“Kalaupun anak suka susu, orangtua tetap harus mengondisikan bahwa anak harus makan lengkap ketika makan utama, misalnya siang hari makan lengkap. Tapi jangan sampai diposisikan susu menggantikan makan lengkap, tidak demikian,” ujar Rita, dikutip Minggu (11/1).
Kekhawatiran utama jika susu dijadikan pengganti makan besar adalah ketimpangan nutrisi. Meski kaya akan protein dan kalsium, susu tidak memiliki komposisi selengkap makanan padat yang terdiri dari karbohidrat kompleks, serat, dan berbagai mikronutrien lainnya.
Rita memaparkan bahwa mengandalkan makanan cair saja dapat berdampak buruk pada keseimbangan gizi dan sistem biologis anak.
“Tidak ada seratnya dan juga keseimbangan antara karbo, protein, lemak dan mikronutrien itu enggak tercipta kalau mengonsumsi hanya berupa makanan cair saja. Tentunya, proses pencernaan di dalam tubuh juga tidak baik kalau hanya menerima makanan cair saja,” tuturnya.
Lebih dari sekadar urusan perut, masa kanak-kanak adalah periode krusial untuk pembentukan kebiasaan makan.
Dosen Pascasarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan ini menekankan bahwa orang tua memiliki peran besar sebagai pelatih bagi anak dalam mengenal pola makan yang benar.
Jika anak telanjur lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama, Rita menyarankan orangtua untuk lebih cermat menyiasati situasi tersebut.
Salah satu caranya adalah dengan membangun komunikasi melalui kesepakatan menu dan melakukan modifikasi sajian agar sesuai selera anak tanpa menghilangkan nilai gizinya.
Strategi pemberiannya pun harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu nafsu makan anak terhadap menu utama.
“Berikanlah makan utama dulu, nanti ketika selingan apa yang masih kurang di makan utama misalnya anak kurang dapat kalsium, protein, maka susu bisa melengkapi sebagai makanan selingan bersama dengan makanan lain misalnya buah,” jelas lulusan Universitas Indonesia tersebut.
Dengan pola asuh yang tepat, susu akan tetap menjadi pendukung pertumbuhan yang optimal tanpa mengesampingkan pentingnya asupan makanan padat yang beragam. (Ant/Z-1)
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Kuncinya terletak pada penerapan kebiasaan yang tepat saat sahur, berbuka, hingga pengaturan waktu istirahat agar puasa tidak hanya bernilai ibadah.
PRESIDEN Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan kepada 70 tokoh penggerak gizi dan ketahanan pangan nasional. Itu termasuk jajaran Polri serta tokoh masyarakat
Periode paling krusial bagi perkembangan manusia terjadi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Persagi bersama sejumlah mitra meluncurkan Program Edukasi Gizi Serentak yang menjangkau lebih dari 1.000 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita.
Penguatan pelayanan kesehatan primer, terutama Puskesmas dan Posyandu, harus menjadi prioritas dalam strategi nasional penanganan kesehatan mental anak.
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved