Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGAPAN bahwa makan sehat selalu identik dengan biaya mahal sering kali menjadi kendala bagi mahasiswa. Keterbatasan uang saku dan jadwal kuliah yang padat biasanya membuat mahasiswa terjebak pada pola makan seadanya, seperti mengandalkan mi instan atau roti tanpa tambahan nutrisi lainnya.
Padahal, menurut Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Prof Hardinsyah, mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas. Kuncinya terletak pada perencanaan yang cermat dan pemilihan menu yang tepat. Asupan gizi yang seimbang sangat krusial untuk menjaga konsentrasi, stamina, dan produktivitas selama masa perkuliahan.
"Enak itu relatif. Bisa mahal, bisa juga hemat, tergantung kondisi mahasiswa. Yang penting tetap bergizi," ujar Prof. Hardinsyah, dikutip Rabu (21/1).
Prof Hardinsyah menekankan pentingnya pembagian porsi makan harian. Ia menyarankan mahasiswa untuk tidak melewatkan sarapan yang mencakup seperlima kebutuhan harian, sementara makan siang bisa memenuhi hingga 40% kebutuhan energi.
Terkait kebiasaan mengonsumsi makanan praktis, ia memberikan tips sederhana untuk meningkatkan nilai gizinya.
Jika makan mi instan, mahasiswa disarankan menambahkan protein dan sayuran dalam porsi yang cukup, bukan sekadar hiasan.
"Kalau makan mi, pakai telur, tambahkan timun setengah biji yang disayat-sayat, atau tomat satu biji. Jangan cuma satu sayat, itu hanya aksesoris," tegasnya.
Mahasiswa membutuhkan seluruh zat gizi, terutama protein, untuk menjaga kebugaran tubuh. Sumber protein berkualitas tidak harus mahal; telur, tempe, tahu, ikan, atau ayam adalah pilihan yang sangat terjangkau di lingkungan kampus.
"Protein itu penting, bukan hanya buat yang nge-gym, tapi semua orang yang aktif," tambahnya.
Selain protein, sayur dan buah sebagai sumber antioksidan juga tidak boleh diabaikan. Ia mengamati banyak mahasiswa yang sering melewatkan sayur karena alasan kepraktisan. Namun, ia mengingatkan agar mahasiswa lebih bijak dalam mengombinasikan makanan, termasuk saat mengonsumsi junk food.
"Kalau terpaksa makan ayam goreng, tidak apa-apa, tapi imbangi dengan jus buah asli, bukan jus rasa, dan gulanya minimal," sarannya.
Selain pilihan menu, aspek kebersihan dan cara mengelola pengeluaran juga menjadi sorotan. Memilih tempat makan yang bersih seperti Warteg dinilai cukup ekonomis, saat dengan modal Rp10.000 mahasiswa sudah bisa mendapatkan makanan layak.
Langkah penghematan lain yang disarankan adalah membawa air minum sendiri menggunakan tumbler serta memasak bersama di tempat kos.
Menurutnya, memasak bersama tidak hanya menghemat uang, tetapi juga membangun karakter.
"Masak bersama itu ada nilai kepemimpinan yang luar biasa," tutupnya. (Z-1)
Tim Labmino merupakan delegasi dari Indonesia yang untuk pertama kali berhasil menembus jajaran Global Ambassador SFT.
Program studi yang selaras dengan minat umumnya akan membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan, sekaligus meningkatkan motivasi dalam menjalani perkuliahan.
Rektor Suharyadi menyampaikan semester genap ini permulaan bernuansa semangat bagi mahasiswa UNDIRA
Imam aktif bekerja di sektor keberlanjutan sebagai Sustainability & Communication Specialist di industri daur ulang sampah plastik.
Kegiatan ini dilaksanakan guna menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa Indonesia bukan hanya di Tiongkok melainkan pula di tanah air.
Institusi pendidikan tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah dinamika dunia yang bergerak cepat.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Kuncinya terletak pada penerapan kebiasaan yang tepat saat sahur, berbuka, hingga pengaturan waktu istirahat agar puasa tidak hanya bernilai ibadah.
PRESIDEN Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan kepada 70 tokoh penggerak gizi dan ketahanan pangan nasional. Itu termasuk jajaran Polri serta tokoh masyarakat
Periode paling krusial bagi perkembangan manusia terjadi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Persagi bersama sejumlah mitra meluncurkan Program Edukasi Gizi Serentak yang menjangkau lebih dari 1.000 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved