Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Kesadaran Orangtua Jadi Kunci Utama Penerapan Gizi Seimbang pada Anak

Basuki Eka Purnama
10/1/2026 20:28
Kesadaran Orangtua Jadi Kunci Utama Penerapan Gizi Seimbang pada Anak
Ilustrasi(Freepik)

KESADARAN orangtua dinilai menjadi faktor penentu dalam keberhasilan penerapan gizi seimbang di lingkungan keluarga. Hal ini sangat krusial karena pola makan yang dibentuk sejak dini akan memengaruhi kesehatan jangka panjang serta kecerdasan anak.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Departemen Ilmu Gizi FKUI, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK(K), menegaskan bahwa peran ibu dan ayah sangat vital dalam menyediakan keberagaman pangan bagi anggota keluarga.

“Kesadaran tadi kunci dari kesehatan keluarga itu adalah seorang ibu dan kalau bisa didukung oleh bapaknya juga lebih baik. Ini yang akan menentukan untuk menerapkan dalam segala kondisi, menyediakan keberagaman pangan maupun gizi seimbang,” ujar Diana, dikutip Sabtu (10/1).

Tantangan Variasi dan Porsi

Meski berbagai pedoman seperti kampanye GERMAS, materi edukasi Isi Piringku, hingga Tumpeng Gizi Seimbang mudah diakses, Diana menyayangkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yang masih belum optimal. Tantangan utama yang sering ditemui adalah kurangnya pemahaman mengenai keberagaman jenis zat gizi.

Menurutnya, kebutuhan anak mencakup makronutrien dan mikronutrien yang harus dipenuhi dari sumber makanan yang bervariasi.

“Kesadaran akan kebutuhan zat gizi yang beragam ini yang sering dilupakan. Karena zat gizi yang beragam ini bisa didapatkan dari makan-makanan yang beragam, jadi kalau makan sayur nggak boleh cuma wortel ataupun hanya bayam terus saja, tapi harus beragam,” tuturnya.

Selain jenis makanan, jumlah asupan atau porsi juga sering luput dari perhatian orang tua. Sering kali, orang tua merasa sudah memberikan sayur kepada anak, namun jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan serat harian.

“Jumlahnya sudah terpenuhi atau belum, seringkali kan lupa. Soalnya seringkali kita merasa bahwa ‘ah kita sudah makan sayur kok’, tapi sebenarnya hanya sayur sop yang jumlah seratnya sedikit,” ungkap Diana.

Dampak pada Pencernaan dan Kognitif

Penerapan gizi seimbang memiliki dampak langsung pada kesehatan saluran cerna. Asupan yang tepat akan menjaga keseimbangan bakteri baik (mikrobiota) di dalam usus. Pencernaan yang sehat inilah yang nantinya akan menjamin penyerapan nutrisi berjalan optimal.

Diana menjelaskan bahwa penyerapan zat gizi yang baik berbanding lurus dengan tumbuh kembang anak. 

“Kalau kita ingin mendapatkan seorang anak yang tumbuh dengan optimal, kecerdasannya kognitifnya juga optimal, dibutuhkan zat-zat gizi, ini perlu diserap dengan baik. Itu kenapa gizi seimbang menjadi penting,” tegasnya.

Membangun Fondasi Sejak Dini

Sebagai langkah praktis, Diana menyarankan orangtua untuk memperkenalkan menu makanan secara bertahap. Hal ini bertujuan agar anak dapat mengenali rasa dan tekstur sehingga tidak tumbuh menjadi pemilih makanan (picky eater).

Dalam menyiapkan bekal sekolah maupun menu harian, pastikan terdapat komponen makanan pokok, sumber protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah.

“Yang terpenting memang pada anak sudah diberikan fondasi bahwa mereka mengenal makanan, mengenal beragam makanan, jadi tidak jadi picky eater, hanya makan makanan tertentu aja,” pungkasnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya