Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Waspada Kecanduan Gim pada Anak: Hilang Kontrol hingga Berani Mencuri

Basuki Eka Purnama
19/3/2026 17:49
Waspada Kecanduan Gim pada Anak: Hilang Kontrol hingga Berani Mencuri
Ilustrasi(Freepik)

FENOMENA kecanduan gim dan gawai pada anak kini menjadi perhatian serius para pakar kesehatan jiwa. Psikiater Subspesialis Psikiatri Adiksi, Dr. dr. Kristiana Siste Kurniasanti, SpKJ(K), mengungkapkan bahwa salah satu indikator utama seorang anak telah mencapai tahap adiksi adalah kehilangan kontrol diri yang akut.

Menurut Kristiana, perilaku kehilangan kontrol ini terlihat dari bagaimana gim mendominasi seluruh siklus hidup anak. Aktivitas harian yang esensial, seperti tidur dan makan, mulai terabaikan demi durasi bermain yang lebih lama.

"Adiksi (kecanduan) gim, gawai itu sama aja, dia kehilangan kontrol akan penggunaan hal tersebut. Bangun tidur langsung main gim, ketika tidur enggak mau karena main gim," ujar Kristiana, dikutip Kamis (19/3).

Dampak Negatif yang Terabaikan

Kepala Departemen Psikiatri RSCM ini menjelaskan bahwa perilaku kecanduan akan terus berlanjut meskipun sudah memberikan dampak nyata yang merugikan bagi kehidupan anak. 

Dalam banyak kasus, anak tetap tidak berhenti bermain meskipun performa akademis di sekolah menurun drastis atau saat mereka dimarahi oleh orang tua.

Bahkan, pada tingkat yang lebih ekstrem, adiksi ini mendorong perilaku kriminal di lingkungan domestik. Kristiana mencontohkan adanya kasus ketika anak nekat mencuri uang orangtuanya demi membeli item atau fitur di dalam gim.

"Jadi prioritas dia main gim, sudah adiksi, kecanduan," tegasnya.

Bahaya yang Setara dengan Narkoba

Kristiana mengingatkan para orangtua agar tidak menganggap remeh kecanduan gim. Masih ada persepsi keliru di masyarakat yang menilai bahwa kecanduan gim jauh lebih "aman" dibandingkan kecanduan narkotika. Padahal, secara klinis, keduanya memiliki daya rusak yang serupa.

"Keduanya memiliki dampak yang sama pada otak, sosial, dan fisik," tambah Kristiana.

Salah satu tantangan terbesar dalam menangani masalah ini adalah kurangnya kesadaran atau insight dari sisi anak. 

Bagi mereka, dunia digital seringkali menjadi pelarian dari realitas sekaligus ruang untuk membentuk identitas baru melalui karakter avatar. Hal inilah yang membuat anak merasa sangat nyaman dan enggan meninggalkan dunia virtual tersebut.

Pentingnya Bantuan Profesional

Mengingat sulitnya membangun kesadaran pada anak yang sudah kecanduan, Kristiana menyarankan agar orang tua segera mengambil langkah medis atau psikologis jika melihat tanda-tanda tersebut. 

"Orangtua harus membantu, meminta pertolongan profesional karena belum tentu anaknya itu menyadari itu kecanduan. Sulit untuk membangun insight anak bahwa ini kecanduan karena gim itu begitu menyenangkan buat dia," pungkasnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik