Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
DUA siswi SMAN 5 Yogyakarta menciptakan gim edukasi anak Berkisah, yang membantu anak usia dini belajar mengenali dan mengelola emosi serta menumbuhkan empati melalui permainan peran yang interaktif dan menyenangkan.
Gim berbasis Role Playing Game (RPG) yang dikembangkan Desak Nalla Nanda Karenzha dan Meutia Aulia Tsany Iskandar, siswi kelas XII SMAN 5 Yogyakarta itu sukses menembus final Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025.
"Gim ini kami rancang khusus untuk interaktif, jadi bisa juga dimainkan bersama orang tua, pendamping, atau guru," ujar Meutia Aulia
dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa (21/10).
Menurut Meutia, Berkisah dikembangkan dengan pendekatan teatrikal yang menampilkan karakter lucu seperti kelinci, singa, kucing, dan domba.
Gim tersebut juga dilengkapi dengan cerita interaktif yang dapat diperankan langsung oleh anak di dalam permainan.
Melalui peran yang dimainkan, anak-anak dapat belajar mengenali dan mengelola emosi, menerapkan coping strategy, mengembangkan empati, serta menemukan cara pemecahan masalah secara menyenangkan.
Gim Berkisah hadir dalam bentuk hardbook teatrikal dan aplikasi daring, serta dilengkapi kartu berbasis Augmented Reality (AR) dengan desain yang menarik.
Menurut Desak Nalla, gim itu menyasar anak usia 3-7 tahun, termasuk orangtua dan guru pendidikan usia dini.
Gim tersebut sudah diujicobakan di beberapa TK dan komunitas peduli anak di Yogyakarta, serta disosialisasikan ke Ikatan Kepala Sekolah TK dan PAUD se-Kota Yogyakarta.
"Kami juga sudah mengantongi izin Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)," ujarnya.
Gim tersebut juga telah mendapatkan penilaian ahli (expert judgement) dari psikolog Eva Rahman, S.Psi., M.Psi.,
Psikolog. Dalam lembar validasinya, Eva menilai materi dalam Berkisah mampu membantu anak-anak usia dini mengenali emosi secara menyenangkan dan sesuai tahap perkembangannya.
Kepala TK Pangudi Luhur Yogyakarta Anastasia Arum Sari mengaku senang dengan hadirnya gim Berkisa; karena sangat membantu anak-anak mengenali peran dan emosi mereka sejak dini secara menyenangkan.
"Saya sangat mengapresiasi karya ini. Ini sangat membantu untuk capaian pendidikan anak usia dini di fase fondasi dalam pengenalan jati
diri," ujarnya.
Menurutnya, game karya siswi SMA tersebut juga menjadi jawaban atas keresahan orang tua karena banyak anak yang kecanduan gawai.
"Gim ini sangat lengkap, anak-anak bisa bermain peran secara nyata," pungkas Anastasia. (Ant/Z-1)
Penguatan pelayanan kesehatan primer, terutama Puskesmas dan Posyandu, harus menjadi prioritas dalam strategi nasional penanganan kesehatan mental anak.
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Kegiatan ini sekaligus menjadi kampanye cinta lingkungan dengan pesan utama Cintai Alam, Cintai Lingkungan Beserta Habitatnya.
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved