Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
NARA Kupu Jogja kembali menghadirkan ruang belajar berbasis alam bagi masyarakat melalui kegiatan bertajuk Jelajah Serangga Nocturnal. Program edukasi yang digelar selama bulan Ramadhan ini mengajak peserta mengenal keanekaragaman hayati lewat observasi langsung serangga malam dengan suasana santai, ramah keluarga, dan terbuka untuk semua usia.
Manager sekaligus Event Manager Nara Kupu Jogja, Joyobadik, menjelaskan bahwa kegiatan akan berlangsung dalam empat kali pertemuan, yaitu pada 22 Februari, 1 Maret, 8 Maret, dan 15 Maret 2026. Setiap sesi dirancang menjadi pengalaman utuh, memadukan edukasi sains, kebersamaan, serta aktivitas religi khas Ramadhan.
Acara dimulai pukul 16.30 WIB dengan dongeng sains sebagai pengantar yang ringan dan menyenangkan. Setelah itu peserta mengikuti buka puasa bersama, lalu menunaikan shalat Isya. Malam harinya, peserta diajak berkeliling kebun organik Nara Kupu Jogja menuju titik observasi untuk mengenal lebih dekat kehidupan serangga nocturnal.
Pada sesi inti, penyelenggara menggunakan metode Light Trapping, yakni teknik membentangkan kain putih yang disorot lampu untuk menarik kedatangan serangga malam. Melalui cara ini, peserta dapat melihat langsung beragam jenis serangga, mempelajari bentuk tubuh, perilaku, hingga peran ekologisnya secara sederhana dan mudah dipahami.
Pemilik agroeduwisata Nara Kupu Jogja, Rayhan Christian Siego, menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang agar masyarakat semakin dekat dengan alam.
“Melalui kegiatan Jelajah Serangga Nocturnal, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang dekat dengan alam dan mudah diakses oleh siapa saja. Serangga sering dianggap kecil dan sepele, padahal perannya sangat besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Harapannya, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga tumbuh rasa peduli dan cinta terhadap alam beserta habitatnya,” ungkapnya.
Rayhan juga menekankan pentingnya edukasi berbasis pengalaman langsung bagi anak-anak dan keluarga.
“Kami melihat pentingnya mengenalkan alam sejak usia dini melalui pengalaman nyata. Dengan observasi serangga malam, anak-anak diajak belajar secara langsung. Nara Kupu Jogja ingin menjadi ruang aman dan menyenangkan bagi keluarga untuk belajar, bertanya, dan berinteraksi dengan alam,” tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi kampanye cinta lingkungan dengan pesan utama Cintai Alam, Cintai Lingkungan Beserta Habitatnya. Peserta diajak memahami bahwa serangga memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem, mulai dari proses penyerbukan hingga rantai makanan yang menopang kehidupan manusia.
Tanpa syarat pendaftaran yang rumit, program ini mendapat sambutan hangat. Dalam tiga hari sejak dibuka, lebih dari 350 orang telah mendaftarkan diri. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan ruang edukasi alternatif yang dekat dengan alam.
Joyobadik menegaskan bahwa misi utama kegiatan ini adalah menghadirkan edukasi gratis yang inklusif. Nara Kupu Jogja ingin anak-anak, remaja, hingga orang tua bisa belajar dengan cara menyenangkan, tidak melulu lewat layar gawai, tetapi melalui pengalaman nyata di lapangan.
Untuk memperkuat kualitas materi, Nara Kupu Jogja menggandeng Agenda Sekolah Alam, KSE Biologi UGM, dan KSH Biologi UGM sebagai kolaborator. Para pendidik dan relawan dari komunitas tersebut akan mendampingi peserta selama observasi serta berbagi pengetahuan praktis seputar dunia serangga.
Melalui program ini, Nara Kupu Jogja berharap tumbuh generasi yang lebih peka terhadap alam dan lingkungan. Ke depan, berbagai konsep kegiatan baru berbasis ruang terbuka hijau juga sedang disiapkan agar masyarakat memiliki semakin banyak pilihan belajar yang sehat, rekreatif, dan bermakna. (H-2)
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5–14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15–24 tahun sebesar 32%.
Di sekitar kampus IPB Dramaga, setidaknya ada 50 spesies serangga pengunjung bunga berhasil diidentifikasi dari empat ordo Hymenoptera, Lepidoptera, Diptera, dan Coleoptera.
Penemuan ini digali dari sebuah tambang di Ekuador dan merupakan yang pertama di Amerika Selatan. Pemandangan di dalamnya pun sangat lengkap
Penelitian terbaru mengungkap 79% spesies semut endemik di Fiji mengalami penurunan drastis.
MIT mengembangkan robot mirip lebah, bagian dari generasi baru robot yang terinspirasi serangga.
Kantong tersebut sebagai tempat perlindungan bagi larva dan kamuflase.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved