Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Olahraga Terarah Turunkan Risiko Penyakit Metabolik

Bimo Aria Seno
16/11/2025 11:00
Olahraga Terarah Turunkan Risiko Penyakit Metabolik
Ilustrasi(freepik)

PENYAKIT metabolik seperti diabetes, obesitas, hipertensi, dan dislipidemia semakin sering ditemui di kalangan masyarakat. Pola hidup tidak aktif, mulai dari kurang bergerak, terlalu lama duduk, hingga tingginya konsumsi makanan praktis, menjadi faktor utama yang memicu meningkatnya risiko gangguan kesehatan tersebut. 

Tanpa penanganan tepat, kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup, menghambat produktivitas dan sebabkan komplikasi serius pada jantung maupun organ vital lainnya. Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Alvin Wiharja, Sp.KO, M.M.R.S, menilai latihan fisik dapat berperan seperti terapi bila dilakukan secara benar, terukur, dan disesuaikan dengan kondisi medis pasien.

Menurutnya, aktivitas fisik mampu membantu mengontrol penyakit metabolik. Selain itu, juga dapat menurunkan berat badan, menjaga kestabilan kadar gula dan tekanan darah, serta meningkatkan metabolisme tubuh secara menyeluruh.

Sebelum memulai program latihan, pasien dianjurkan menjalani pemeriksaan menyeluruh seperti evaluasi kapasitas jantung, kondisi otot, tes toleransi aktivitas, pemeriksaan laboratorium, hingga analisis komposisi tubuh. Hasil pemeriksaan tersebut membantu tenaga medis menyusun program olahraga yang aman, tepat sasaran, dan sesuai kemampuan masing-masing pasien.

Tenaga Profesional

Pendekatan untuk program latihan juga sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai tenaga profesional, mulai dari dokter spesialis olahraga, ortopedi, kedokteran fisik dan rehabilitasi, spesialis gizi, penyakit dalam, hingga kardiologi. Fisioterapis olahraga juga turut berperan dalam proses pemulihan dan penyusunan program latihan.

Fasilitas penunjang seperti gym, pemeriksaan VO2 Max, serta analisis komposisi tubuh dapat digunakan untuk menyusun program latihan yang aman dan sesuai kebutuhan pasien. Dengan pendekatan seperti ini, memungkinkan pasien menjalani aktivitas fisik dengan rasa aman sambil tetap memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka.

Pola Makan

Olahraga juga tidak dapat dipisahkan dari pola makan yang tepat. Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Shiela Stefani, M.Gizi, SpGK, AIFO-K, FINEM, menjelaskan penyesuaian nutrisi berdasarkan kondisi medis dan intensitas aktivitas fisik membantu pasien mendapatkan manfaat optimal dari latihan. 

Kombinasi pola makan terarah dan olahraga yang konsisten dinilai dapat menekan risiko komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup. Dengan dukungan gizi yang seimbang, proses pemulihan berlangsung lebih cepat, daya tahan tubuh meningkat, dan hasil latihan dapat dicapai dengan lebih efektif. (mayapadahospital/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya