Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT metabolik seperti diabetes, obesitas, hipertensi, dan dislipidemia semakin sering ditemui di kalangan masyarakat. Pola hidup tidak aktif, mulai dari kurang bergerak, terlalu lama duduk, hingga tingginya konsumsi makanan praktis, menjadi faktor utama yang memicu meningkatnya risiko gangguan kesehatan tersebut.
Tanpa penanganan tepat, kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup, menghambat produktivitas dan sebabkan komplikasi serius pada jantung maupun organ vital lainnya. Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Alvin Wiharja, Sp.KO, M.M.R.S, menilai latihan fisik dapat berperan seperti terapi bila dilakukan secara benar, terukur, dan disesuaikan dengan kondisi medis pasien.
Menurutnya, aktivitas fisik mampu membantu mengontrol penyakit metabolik. Selain itu, juga dapat menurunkan berat badan, menjaga kestabilan kadar gula dan tekanan darah, serta meningkatkan metabolisme tubuh secara menyeluruh.
Sebelum memulai program latihan, pasien dianjurkan menjalani pemeriksaan menyeluruh seperti evaluasi kapasitas jantung, kondisi otot, tes toleransi aktivitas, pemeriksaan laboratorium, hingga analisis komposisi tubuh. Hasil pemeriksaan tersebut membantu tenaga medis menyusun program olahraga yang aman, tepat sasaran, dan sesuai kemampuan masing-masing pasien.
Pendekatan untuk program latihan juga sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai tenaga profesional, mulai dari dokter spesialis olahraga, ortopedi, kedokteran fisik dan rehabilitasi, spesialis gizi, penyakit dalam, hingga kardiologi. Fisioterapis olahraga juga turut berperan dalam proses pemulihan dan penyusunan program latihan.
Fasilitas penunjang seperti gym, pemeriksaan VO2 Max, serta analisis komposisi tubuh dapat digunakan untuk menyusun program latihan yang aman dan sesuai kebutuhan pasien. Dengan pendekatan seperti ini, memungkinkan pasien menjalani aktivitas fisik dengan rasa aman sambil tetap memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka.
Olahraga juga tidak dapat dipisahkan dari pola makan yang tepat. Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Shiela Stefani, M.Gizi, SpGK, AIFO-K, FINEM, menjelaskan penyesuaian nutrisi berdasarkan kondisi medis dan intensitas aktivitas fisik membantu pasien mendapatkan manfaat optimal dari latihan.
Kombinasi pola makan terarah dan olahraga yang konsisten dinilai dapat menekan risiko komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup. Dengan dukungan gizi yang seimbang, proses pemulihan berlangsung lebih cepat, daya tahan tubuh meningkat, dan hasil latihan dapat dicapai dengan lebih efektif. (mayapadahospital/Z-2)
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Rudal dan drone Iran telah berulang kali menargetkan Doha, Dubai, Abu Dhabi, Manama, dan berbagai wilayah Arab Saudi.
MOMEN lebaran selalu identik dengan camilan dengan tinggi gula yang sering ditemui di kue nastar, putri salju, atau pun cokelat kacang.
RAMADAN bukan hanya menjadi waktu untuk melakukan refleksi spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memberi tubuh waktu melakukan “reset” melalui pola makan yang lebih sehat.
Puasa Ramadan tingkatkan sensitivitas insulin penderita diabetes. Simak panduan pola makan, aturan hidrasi 2-4-2, dan tips medis dari pakar endokrin di sini.
Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami masalah kaki akibat kerusakan saraf dan aliran darah. Lakukan pemeriksaan kaki rutin untuk mencegah infeksi serius dan amputasi.
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Pemahaman mengenai klasifikasi diabetes melitus sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved