Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Kasus kanker kolorektal usia muda terus meningkat. Pola makan modern, rendah serat dan tinggi makanan ultra-olahan disebut jadi faktor risiko utama.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
Saat berat badan berlebih, tubuh tidak hanya menyimpan lemak ekstra. Sistem metabolisme ikut berubah.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Riset terbaru University of Bristol mengungkap makanan tanpa proses (unprocessed) membantu tubuh mengatur porsi makan secara alami dan mencegah obesitas.
Seorang pria paruh baya mengalami pembesaran perut yang tidak wajar selama bertahun-tahun. Awalnya, ia mengira kondisi tersebut hanyalah akibat kenaikan berat badan atau obesitas biasa
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Tingginya angka obesitas menjadi salah satu alasan utama masyarakat menjadikan diet sebagai resolusi tahunan.
Hormon menjadi faktor adanya penumpukan lemak, memang risikonya terjadi pada usia di atas 40, terutama pada perempuan.
Obesitas bukan sekadar masalah penampilan, melainkan gerbang menuju kondisi kesehatan serius, salah satunya adalah sindrom metabolik.
Rekaman aktivitas otak dalam penelitian terbaru menunjukkan tirzepatide (Mounjaro/Zepbound) dapat sementara menurunkan sinyal ngidam makanan pada pasien obesitas berat.
Hormon FGF19 yang diproduksi usus halus berperan penting dalam pengaturan penggunaan energi tubuh.
Kepemilikan ponsel pintar pada remaja awal dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah dinilai menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.
Banyak orang mengira tubuh gemuk dengan kolesterol normal aman dari penyakit. Faktanya, obesitas tetap menjadi faktor risiko serius.
Tinjauan global dalam The Lancet menunjukkan konsumsi makanan ultra-proses terkait risiko berbagai penyakit kronis.
Dokter menegaskan latihan fisik terukur dapat membantu mengontrol diabetes, obesitas, hipertensi, dan dislipidemia, terutama bila dikombinasikan dengan pola makan seimbang.
Dr. Spencer Nadolsky menekankan diet tanpa makanan terlarang, fokus pada makanan utuh dan defisit kalori untuk hasil penurunan berat badan yang lebih efektif.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved