Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTANYAAN ini sering muncul dan jawabannya tidak lagi abu-abu, obesitas memang berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, termasuk serangan jantung. American Heart Association melaporkan bahwa kematian akibat penyakit jantung yang berkaitan dengan obesitas meningkat tajam dalam dua dekade terakhir di Amerika Serikat (AS). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memasukkan kelebihan berat badan sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular.
Artinya obesitas bukan sekadar stigma terhadap bentuk tubuh, melainkan persoalan medis yang sudah diteliti
Saat berat badan berlebih, tubuh tidak hanya menyimpan lemak ekstra. Sistem metabolisme ikut berubah.
Tekanan darah cenderung meningkat karena jantung harus memompa darah lebih kuat untuk menjangkau jaringan tubuh yang lebih besar.
Kadar kolesterol jahat sering naik, sementara kolesterol baik bisa turun. Kondisi ini mempercepat pembentukan plak di pembuluh darah arteri.
Plak tersebut dapat menyempitkan atau bahkan menyumbat aliran darah ke jantung. Ketika aliran darah terhenti, serangan jantung bisa terjadi. WHO menegaskan bahwa kombinasi obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan gangguan kolesterol adalah paket risiko yang saling memperkuat.
Dokter jantung menekankan bahwa lemak viseral, yaitu lemak yang menumpuk di area perut, memiliki dampak paling berbahaya. Lemak jenis ini aktif secara metabolik dan memicu peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis tersebut dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat proses aterosklerosis.
World Heart Federation juga mengingatkan bahwa peningkatan angka obesitas global berpotensi mendorong lonjakan kasus penyakit jantung dalam beberapa tahun ke depan. Mereka menyebut obesitas sebagai faktor risiko yang sering diremehkan, padahal dampaknya sistemik.
Berdasarkan data dari WHO dan American Heart Association, jawabannya adalah fakta. Orang dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung dibandingkan mereka dengan berat badan sehat.
Namun penting dipahami bahwa risiko tidak berdiri sendiri. Faktor seperti merokok, kurang gerak, pola makan tinggi gula dan lemak jenuh, serta riwayat keluarga juga berperan.
Kesimpulannya, berat badan berlebih bukan satu-satunya penyebab serangan jantung, tetapi jelas meningkatkan peluang terjadinya masalah jantung. Mengelola pola makan, rutin bergerak, dan menjaga berat badan tetap stabil bukan soal penampilan, melainkan investasi kesehatan jangka panjang. (WHO, Heart.org/Z-1)
Banyak orang merasa sudah menjalani pola hidup sehat dengan makan teratur, memilih makanan bergizi, dan rutin berolahraga.
Obesitas bukan lagi sekadar urusan gaya hidup, ini ancaman kesehatan global yang diam-diam merayap di tengah rutinitas modern.
Terdapat pula bukti bahwa vitamin D dapat membantu Anda menurunkan berat badan.
Mendengkur saat tidur bukan hanya gangguan suara, tetapi juga bisa menjadi pertanda masalah kesehatan yang lebih serius, terutama bagi mereka yang mengalami kelebihan berat badan.
Pertanyaan tentang apakah makan malam dapat menyebabkan kenaikan berat badan sering kali menjadi perdebatan. Apa faktanya?
Stres akibat tekanan ekonomi dan ketidakamanan pangan berpotensi mempercepat penuaan jantung, bahkan setara atau lebih besar dibandingkan faktor risiko penyakit jantung.
Studi terbaru mengungkap pria terkena penyakit jantung lebih awal dibanding perempuan. Simak mengapa usia 35 menjadi titik balik krusial bagi kesehatan jantung pria.
Sering tertukar, kenali perbedaan vital antara GERD dan penyakit jantung. Panduan medis lengkap 2026 untuk identifikasi gejala, pemicu, dan penanganan darurat.
Henti jantung mendadak adalah kondisi darurat yang berbeda dari serangan jantung. Kenali pengertian, gejala, penyebab, cara penanganan, dan langkah pencegahannya.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved