Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Benarkah Orang Gemuk Lebih Rentan Kena Serangan Jantung? Ini Penjelasan dari Dokter

Intan Safitri
12/2/2026 09:39
Benarkah Orang Gemuk Lebih Rentan Kena Serangan Jantung? Ini Penjelasan dari Dokter
Ilustrasi(Freepik)

PERTANYAAN ini sering muncul dan jawabannya tidak lagi abu-abu, obesitas memang berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, termasuk serangan jantung. American Heart Association melaporkan bahwa kematian akibat penyakit jantung yang berkaitan dengan obesitas meningkat tajam dalam dua dekade terakhir di Amerika Serikat (AS). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memasukkan kelebihan berat badan sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular.

Artinya obesitas bukan sekadar stigma terhadap bentuk tubuh, melainkan persoalan medis yang sudah diteliti 

Apa yang Terjadi pada Tubuh?

Saat berat badan berlebih, tubuh tidak hanya menyimpan lemak ekstra. Sistem metabolisme ikut berubah. 

Tekanan darah cenderung meningkat karena jantung harus memompa darah lebih kuat untuk menjangkau jaringan tubuh yang lebih besar. 

Kadar kolesterol jahat sering naik, sementara kolesterol baik bisa turun. Kondisi ini mempercepat pembentukan plak di pembuluh darah arteri.

Plak tersebut dapat menyempitkan atau bahkan menyumbat aliran darah ke jantung. Ketika aliran darah terhenti, serangan jantung bisa terjadi. WHO menegaskan bahwa kombinasi obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan gangguan kolesterol adalah paket risiko yang saling memperkuat.

Bukan Hanya Soal Timbangan

Dokter jantung menekankan bahwa lemak viseral, yaitu lemak yang menumpuk di area perut, memiliki dampak paling berbahaya. Lemak jenis ini aktif secara metabolik dan memicu peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis tersebut dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat proses aterosklerosis.

World Heart Federation juga mengingatkan bahwa peningkatan angka obesitas global berpotensi mendorong lonjakan kasus penyakit jantung dalam beberapa tahun ke depan. Mereka menyebut obesitas sebagai faktor risiko yang sering diremehkan, padahal dampaknya sistemik.

Jadi, Mitos atau Fakta?

Berdasarkan data dari WHO dan American Heart Association, jawabannya adalah fakta. Orang dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung dibandingkan mereka dengan berat badan sehat. 

Namun penting dipahami bahwa risiko tidak berdiri sendiri. Faktor seperti merokok, kurang gerak, pola makan tinggi gula dan lemak jenuh, serta riwayat keluarga juga berperan.

Kesimpulannya, berat badan berlebih bukan satu-satunya penyebab serangan jantung, tetapi jelas meningkatkan peluang terjadinya masalah jantung. Mengelola pola makan, rutin bergerak, dan menjaga berat badan tetap stabil bukan soal penampilan, melainkan investasi kesehatan jangka panjang. (WHO, Heart.org/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya