Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Banyak orang merasa sudah menjalani pola hidup sehat dengan makan teratur, memilih makanan bergizi, dan rutin berolahraga. Namun, setelah semua aktivitas tersebut dijalankan, berat badan tetap bertambah. Ternyata, bukan hanya jenis makanan yang berpengaruh, tetapi juga kebiasaan kecil sehari-hari yang sering luput disadari.
Memgutip dari laman Orlando Health, beberapa kebiasaan ini bisa membuat asupan kalori menjadi berlebihan tanpa terasa, sehingga berat badan perlahan naik.
Makan Terlalu Cepat: Saat makan, tubuh membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mengirimkan sinyal kenyang dari perut ke otak. Jika seseorang makan terlalu cepat, ia berisiko mengonsumsi makanan lebih banyak sebelum merasa kenyang. Akibatnya, kalori yang masuk bisa jauh lebih besar dari yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, makan terlalu cepat juga membuat proses mengunyah kurang maksimal. Padahal, mengunyah membantu pencernaan dan memberi waktu bagi tubuh untuk mengenali bahwa makanan sudah cukup. Orang yang terbiasa makan terburu-buru cenderung merasa lapar kembali lebih cepat, meskipun sebenarnya sudah mengonsumsi cukup banyak makanan.
Kurang Minum Air Putih: Banyak orang tidak menyadari bahwa rasa haus sering kali disalahartikan sebagai rasa lapar. Ketika tubuh kekurangan cairan, sinyal yang muncul bisa berupa keinginan untuk makan, bukan minum. Akibatnya, seseorang akan makan padahal yang dibutuhkan sebenarnya hanyalah air.
Makan Berlebihan Saat Kumpul atau Pesta: Saat berada di acara sosial, orang cenderung makan tanpa sadar karena makanan tersedia melimpah dan suasana santai membuat kontrol diri menurun. Selain itu, faktor emosi juga berperan. Rasa canggung, gugup, atau sekadar ingin ikut menikmati suasana bisa membuat seseorang makan lebih banyak dari biasanya. Akibatnya, kalori yang masuk melonjak tanpa disadari, meskipun di luar acara tersebut pola makan sudah cukup sehat.
Menggunakan Piring Terlalu Besar: Ukuran piring dapat memengaruhi persepsi kita tentang porsi makan. Porsi yang sebenarnya cukup bisa terlihat kecil jika disajikan di piring besar, sehingga otak merasa belum puas dan mendorong kita untuk menambah makanan. Sebaliknya, porsi yang sama akan tampak lebih banyak di piring kecil, sehingga memberikan rasa puas secara visual. Inilah sebabnya penggunaan piring besar tanpa disadari bisa meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi setiap kali makan.
Makan Sambil Terdistraksi: Makan sambil menonton televisi, bermain ponsel, atau bekerja membuat perhatian terpecah. Saat fokus bukan pada makanan, seseorang tidak menyadari sinyal kenyang dari tubuh dan cenderung makan lebih banyak dari yang diperlukan. Kebiasaan ini juga membuat orang kurang menikmati makanan, sehingga otak tidak merekam pengalaman makan sebagai sesuatu yang memuaskan. Akibatnya, keinginan untuk makan lagi bisa muncul lebih cepat, meskipun kebutuhan energi sudah tercukupi.
Minum Kalori Tanpa Sadar: Minuman seperti teh manis, soda, alkohol, dan jus kemasan bisa mengandung banyak gula dan kalori, tetapi tidak membuat kenyang seperti makanan padat.
Kurang Asupan Protein dan Serat: Protein dan serat berperan penting dalam menjaga rasa kenyang lebih lama. Jika asupannya kurang, tubuh akan lebih cepat merasa lapar dan mendorong seseorang untuk makan lebih sering. Selain itu, protein membantu menjaga massa otot dan mendukung metabolisme, sementara serat memperlambat pencernaan sehingga kadar gula darah lebih stabil. Tanpa keduanya, keinginan untuk ngemil dan makan berlebihan lebih sulit dikendalikan.
Terlalu Banyak Lemak Sehat: Lemak sehat seperti dari alpukat, kacang, dan ikan memang baik untuk jantung dan kesehatan tubuh. Namun, lemak tetap mengandung kalori tinggi. Jika dikonsumsi dalam porsi besar, jumlah kalori bisa melampaui kebutuhan harian.
Terlalu Banyak Makan Topping: Tambahan kecil seperti saus salad, krimer kopi, gula, keju parut, dan topping sering dianggap sepele. Padahal, bahan-bahan ini bisa menambah kalori, gula, dan lemak dalam jumlah signifikan. Makanan yang awalnya sehat bisa berubah menjadi tinggi kalori hanya karena terlalu banyak tambahan ini. Tanpa takaran yang jelas, asupan kalori pun menjadi sulit dikontrol.
Tidak Memiliki Rencana Makan: Makan tanpa perencanaan membuat seseorang lebih mudah tergoda untuk ngemil sembarangan, makan larut malam, atau makan berlebihan setelah seharian menahan lapar. Pola ini membuat asupan energi tidak seimbang dan sulit diprediksi.
(E-3)
Seorang pria paruh baya mengalami pembesaran perut yang tidak wajar selama bertahun-tahun. Awalnya, ia mengira kondisi tersebut hanyalah akibat kenaikan berat badan atau obesitas biasa
Resolusi diet 2026 sering gagal? Simak tips hidup sehat, strategi diet realistis, dan panduan bulanan agar berat badan turun secara konsisten.
Memiliki berat badan yang terlihat normal tidak selalu berarti tubuh benar-benar sehat. Banyak orang dengan berat badan ideal justru memiliki perut buncit
Menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan mengurangi asupan karbohidrat dan lemak dan meningkatkan jumlah sayur dan buah.
Meghan Trainor mengakui menggunakan bantuan obat injeksi untuk menurunkan berat badan dan menstabilkan gula darah setelah melahirkan anak kedua. Ia berhasil menurunkan 31 kilogram.
Obesitas bukan lagi sekadar urusan gaya hidup, ini ancaman kesehatan global yang diam-diam merayap di tengah rutinitas modern.
Terdapat pula bukti bahwa vitamin D dapat membantu Anda menurunkan berat badan.
Mendengkur saat tidur bukan hanya gangguan suara, tetapi juga bisa menjadi pertanda masalah kesehatan yang lebih serius, terutama bagi mereka yang mengalami kelebihan berat badan.
Pertanyaan tentang apakah makan malam dapat menyebabkan kenaikan berat badan sering kali menjadi perdebatan. Apa faktanya?
AKTOR Korea Selatan Kim Soo-hyun memuji makanan Indonesia, salah satunya nasi goreng dan merasa cocok dengan cita rasanya yang unik ketika menyapa penggemarnya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved