Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJALANKAN ibadah puasa di bulan Ramadhan sering kali diharapkan menjadi momen untuk memperbaiki kesehatan sekaligus menurunkan berat badan. Namun, kenyataannya banyak masyarakat yang justru mengeluhkan kenaikan berat badan setelah sebulan penuh berpuasa. Fenomena ini biasanya dipicu oleh pola makan yang tidak terkontrol dan penurunan aktivitas fisik.
Dikutip dari Antara, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga lulusan Universitas Indonesia, dr. Andi Kurniawan, Sp.KO, membagikan strategi ilmiah untuk menjaga berat badan tetap stabil selama bulan suci Ramadhan 2026.
Menurut dr. Andi, setelah menahan lapar selama 12 hingga 14 jam, tubuh manusia mengalami perubahan hormonal yang signifikan. Kadar hormon ghrelin (pemicu rasa lapar) akan melonjak tinggi, sementara hormon leptin (pemberi sinyal kenyang) menurun drastis.
Kondisi inilah yang menyebabkan seseorang sering mengalami "lapar mata" dan makan berlebihan secara tidak sadar saat berbuka. Penelitian menunjukkan bahwa risiko kenaikan berat badan meningkat karena beberapa faktor berikut:
Salah satu tips kunci dari dr. Andi adalah memberikan jeda waktu sebelum menyantap hidangan utama. "Berbuka jangan langsung dengan makanan berat dalam porsi besar. Mulailah dengan 2-3 butir kurma ditambah air putih, lalu beri jeda 15–20 menit sebelum makan utama," jelasnya.
Jeda waktu ini sangat krusial karena mekanisme sinyal kenyang dari lambung ke otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk aktif. Dengan menunggu, Anda memberikan waktu bagi hormon leptin dan cholecystokinin untuk bekerja, sehingga saat makan besar, Anda tidak lagi dalam kondisi "kalap".
Kualitas nutrisi jauh lebih penting daripada sekadar membatasi porsi. Berikut adalah rekomendasi komposisi piring makan saat sahur dan berbuka untuk menjaga metabolisme tetap optimal:
| Komponen | Porsi | Contoh Makanan |
|---|---|---|
| Sayur & Buah | 1/2 Piring | Bayam, brokoli, apel, pepaya. |
| Protein | 1/4 Piring | Ikan, dada ayam, telur, tempe. |
| Karbohidrat Kompleks | 1/4 Piring | Nasi merah, ubi, oatmeal. |
Protein sangat disarankan karena memiliki Thermic Effect of Food (TEF) yang tinggi, di mana 20-30 persen kalorinya digunakan tubuh hanya untuk mencernanya, sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda tidak hanya mendapatkan pahala ibadah, tetapi juga tubuh yang tetap sehat dan berat badan yang stabil hingga hari kemenangan tiba. (Ant/P-4)
Sebagai patokan sederhana, penurunan berat badan yang ideal berkisar antara 0,5–1 kg per minggu, atau tidak lebih dari 4 kg selama satu bulan penuh.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan prinsip gizi seimbang dalam memilih menu berbuka puasa selama bulan Ramadan 2026.
Harga paket prasmanan Iftar ini adalah IDR 300.000++ per orang dan tersedia mulai dari 20 Februari hingga 20 Maret 2026.
Dokter dan ahli gizi Tan Shot Yen ingatkan takjil bukan ajang makan besar. Cukup air putih dan 3 kurma untuk rehidrasi tubuh saat buka puasa. Cek tips sehatnya di sini.
Hati-hati, kenyang karena takjil berisiko picu kekurangan protein saat puasa. Simak penjelasan ahli gizi Dr. Rita Ramayulis tentang pola makan sehat.
Hotel Santika Premiere ICE-BSD City siap memanjakan tamu dengan hidangan terbaik melalui promo bertajuk “Iftar Mubarak”.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved