Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI bulan Ramadan 2026, pola makan saat berbuka puasa menjadi perhatian serius bagi kesehatan masyarakat. Dokter dan ahli gizi masyarakat, Tan Shot Yen, memberikan peringatan keras agar masyarakat tidak salah kaprah dalam memahami esensi takjil. Menurutnya, takjil bukanlah ajang untuk makan besar atau melampiaskan rasa lapar setelah seharian berpuasa.
Dalam keterangannya pada Jumat (20/2/2026), alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini menyoroti kebiasaan konsumsi menu buka puasa seperti gorengan, kolak, serta makanan tinggi gula dan lemak secara berlebihan. Kebiasaan tersebut justru meningkatkan asupan kalori yang tidak diperlukan oleh tubuh dan berisiko mengganggu kesehatan pencernaan.
Dr. Tan menegaskan bahwa tujuan utama dari takjil hanya ada dua, yaitu membatalkan puasa dan melakukan rehidrasi tubuh. Namun, ia memberikan catatan penting mengenai jenis cairan yang digunakan untuk rehidrasi.
Rehidrasi yang benar adalah menggunakan air putih, bukan teh manis, susu, apalagi sirup yang mengandung kadar gula tinggi. Air putih dianggap sebagai cara terbaik untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang tanpa memberikan beban metabolisme tambahan.
Selain air putih, Dr. Tan menyarankan konsumsi tiga butir kurma saat berbuka. Kombinasi air putih dan kurma dalam jumlah terbatas berfungsi untuk menjaga kestabilan gula darah dan mempersiapkan sistem pencernaan sebelum masuk ke menu makan utama. Makanan kecil seperti kurma membantu "membangunkan" pencernaan tanpa menjadi beban sebelum menjalankan ibadah sholat magrib.
Bagi masyarakat yang ingin tetap bugar atau menjaga berat badan selama Ramadan, pengaturan porsi adalah kunci utama. Dr. Tan menyarankan agar masyarakat melaksanakan sholat Magrib terlebih dahulu setelah membatalkan puasa dengan air dan kurma.
Jeda waktu ini memberikan kesempatan bagi lambung untuk "bangun" secara perlahan sebelum menerima makanan yang lebih berat. Setelah sholat Magrib, barulah masyarakat dapat melanjutkan ke sesi makan utama dengan tetap memperhatikan komposisi nutrisi. "Bukan lebih, bukan kurang, tapi cukup," tuturnya menekankan prinsip keseimbangan.
Untuk memastikan asupan nutrisi seimbang, Dr. Tan merekomendasikan penggunaan panduan "Isi Piringku" dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Prinsip ini menekankan pada pembagian porsi yang adil antara karbohidrat, protein, sayur, dan buah.
Dengan mengikuti pola ini, tubuh tidak hanya merasa kenyang, tetapi juga mendapatkan gizi yang cukup tanpa kelebihan kalori yang memicu kegemukan atau kelesuan setelah makan. (Ant/H-3)
Temukan manfaat luar biasa mengonsumsi kurma saat berbuka puasa. Dari energi instan hingga kesehatan pencernaan, inilah alasan medis kurma jadi takjil terbaik.
Ingin berat badan tetap ideal saat puasa? Simak tips menjaga berat badan stabil selama Ramadhan 2026 dari ahli medis agar tidak kalap saat berbuka
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan prinsip gizi seimbang dalam memilih menu berbuka puasa selama bulan Ramadan 2026.
Harga paket prasmanan Iftar ini adalah IDR 300.000++ per orang dan tersedia mulai dari 20 Februari hingga 20 Maret 2026.
Hati-hati, kenyang karena takjil berisiko picu kekurangan protein saat puasa. Simak penjelasan ahli gizi Dr. Rita Ramayulis tentang pola makan sehat.
Hotel Santika Premiere ICE-BSD City siap memanjakan tamu dengan hidangan terbaik melalui promo bertajuk “Iftar Mubarak”.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved